TribunKaltim/

Ibadah Haji

Mengharukan, Ini Pesan Calhaj Asal Tarakan kepada Istrinya Sebelum Meninggal

Di kargo Bandara Juwata Tarakan dilakukan penyerahan jenazah dari Pemkot Tarakan yang diwakilkan Agus Susanto kepada pihak keluarga.

Mengharukan, Ini Pesan Calhaj Asal Tarakan kepada Istrinya Sebelum Meninggal
TRIBUN KALTIM/JUNISAH
Kedatangan jenazah Wahid Muhammad Ishak Bin Muhammad Ishak tiba di Bandara Juwata Tarakan, pukul 20.30 Wita, Sabtu (12/8/2017). 

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Junisah

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Tepat pukul 20.30 Wita, Sabtu (12/8/2017) jenazah calon jemaah haji (calhaj) Kota Tarakan Provinsi Kaltara  Wahid Muhammad Ishak Bin Muhammad Ishak tiba di Bandara Juwata Tarakan.

Kedatangan jenazah almarhum Wahid disambut Kepala Kantor Kesbangpol Kota Tarakan Agus Susanto beserta istri dan perwakilan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tarakan.

Di kargo Bandara Juwata Tarakan dilakukan penyerahan jenazah dari Pemkot Tarakan yang diwakilkan Agus Susanto kepada pihak keluarga.  

Baca: Ini Dugaan Penyebab Meninggalnya Calon Jemaah Haji Asal Tarakan

Jumran, ipar almarhum mengungkapkan, pihak keluarga sangat kaget mendengar Wahid meninggal dunia di Balikpapan.

“Jam 12.00 Wita saya dikabarkan, kalau beliau sakit, jadi saya disuruh ke Balikpapan. Baru mau pesan tiket ke Balikpapan, kami malah dikabarkan kalau beliau sudah meninggal,” ujarnya.

Jumran mengatakan, Wahid berangkat haji tidak sendiri, melainkan bersama istrinya Junarti (38).

Sehingga saat Wahid meninggal, Junarti sang istri berada disamping almarhum.

“Istrinya tetap berangkat ke tanah suci. Sebab sebelum meninggal, almarhum sempat pesan kepada temannya di kamar, bilang dengan mama putri (panggilan istrinya) lanjutkan berangkat ke tanah suci. Saya cukup sampai d isini,” ujar Jumran menirukan perkataan Wahid.

Baca: Sempat Ikut Pengarahan Gubenur Irianto Lambrie, Wahid Calhaj Asal Tarakan Tiba-tiba Wafat

Jumran mengaku, Wahid sama sekali tidak memiliki riwayat jantung dan bahkan kondisnya sangat sehat sewaktu berangkat haji.

Oleh karena itu keluarga sangat tidak percaya dan tidak menyangka, Wahid akan pergi untuk selama-lamanya.

“Kita keluarga itu malah khawatirkan istrinya, karena istrinya itu sering kambuh pusingnya yang datang secara tiba-tiba. Jadi sama sekali tidak menyangka. Saya juga sempat ngobrol dengan istrinya lewat telepon saya bilang bagaimana. Terus istrinya bilang tetap lanjut berangkat ke tanah suci untuk mengikuti pesan almarhum. Kalau kita dari keluarga kalau mau balik Alhamdulillah, kalau mau diteruskan berangkat ke tanah suci yah juga Alhamdulillah,” ucapnya. (*)
 

Penulis: Junisah
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help