TribunKaltim/

Apresiasi Perusahaan Memperbaiki Jalan Desa

Penanganan titik ruas jalan yang dikeluhan masyarakat sudah dilakukan. Tidak hanya jalan Kerang-Tanjung Aru, tapi juga Lolo-Muara Samu, Rantau Buta, M

Apresiasi Perusahaan Memperbaiki Jalan Desa
tribun kaltim/sarassani
Jalan Desa Petiku yang masih berupa jalan tanah dimana beberapa titik diantaranya berlumbang/berlumpur sehingga warga harus ekstra hati-hati dalam saat melintasinya, Sabtu (9/4/2011).

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Masih ingat tuntutan masyarakat Paser Bekerai agar kerusakan jalan di desa-desa, baik yang menjadi kewenangan provinsi maupun kabupaten untuk diperbaiki. Dalam rapat Optimalisasi Pelaksanaan CSR, beberapa waktu lalu, Kepala Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Paser H Bachtiar Effendi mengatakan sejumlah perusahaan sudah melaksanakan tanggungjawab sosialnya.

Pelaksanaan CSR itu menurut Bachtiar dalam bentuk partisipasi perusahaan memperbaiki sejumlah ruas jalan yang dikeluhkan oleh masyarakat. “Penanganan titik ruas jalan yang dikeluhan masyarakat sudah dilakukan. Tidak hanya jalan Kerang-Tanjung Aru, tapi juga Lolo-Muara Samu, Rantau Buta, Muara Langon, Rantau Atas, Muara Lambakan, Mendik dan Muara Toyu,” kata Bachtiar.

Perbaikan kerusakan jalan ini, lanjut Bachtiar, sudah termasuk yang dilakukan oleh perusahaan. Tidak itu saja, dalam acara yang dihadiri Bupati Paser H Yusriansyah Syarkawie dan Asisten II Setda Paser H Karoding, Bachtiar juga melaporkan bahwa DPUTR Paser sudah mengusulkan semua ruas jalan menjadi kewenangan provinsi untuk segera diperbaiki.

Selaku pemimpin rapat, Kepala Bappeda Paser IG Putu Suantara yang juga Sekretaris Forum CSR Paser mengapresiasi perusahaan yang telah melaksanakan tanggung jawab sosialnya. “Ini patut kita apresiasi, ternyata perusahan Agro Inti, Nusa Lestari dan Pucuk Jaya sudah melakukan upaya perbaikan jalan yang selama ini menjadi keluhan warga desa,” kata Putu.

Apa yang telah dilakukan perusahaan-perusahaan tersebut, kata Putu, patut ditiru oleh perusahaan-perusahaan lainnya, dan pastikan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan itu dilaporkan dengan baik, sehingga partisipasi aktif perusahaan dalam ikut membangun Kabupaten Paser terkomodir di dalam Forum CSR Paser.

Sementara itu, Bupati Paser H Yusriansyah Syarkawie mengatakan bahwa dukungan perusahaan sangat diperlukan di tengah pengurangan dana dari pemerintah pusat. APBD yang semula Rp 2,5 triliun turun menjadi Rp 1,4 triliun, siapapun bupatinya dengan kondisi seperti ini, tak akan bisa mengatasinya dengan cepat.

“Harapan kita bagi hasil dari sektor tambang dan migas dapat stabil kembali, sehingga kita bisa dengan cepat memperbaiki jalan desa, termasuk janji-janji politik kita kepada masyarakat, yakni 30 persen dana pembangunan di kota dan 70 persen untuk di desa, yang sebenarnya sudah kita laksanakan, tapi karena kecilnya anggaran yang dibagikan, sehingga pembagiannya tidak terasa,” kata Yusriansyah. (*)

Penulis: Sarassani
Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help