TribunKaltim/

Calon Haji

Calhaj Wahid Tiba-tiba Meninggal Kemungkinan karena Serangan Stroke Hemoragik

Waktu pengarahan dan pelepasan oleh Pak Gubernur, Wahid masih ikut dan terlihat sehat saja. Bahkan juga sempat makan dan minum

Calhaj Wahid Tiba-tiba Meninggal Kemungkinan karena Serangan Stroke Hemoragik
TRIBUN KALTIM/JUNISAH
Kedatangan jenazah Wahid Muhammad Ishak Bin Muhammad Ishak tiba di Bandara Juwata Tarakan, pukul 20.30 Wita, Sabtu (12/8/2017). 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Calon Haji (Calhaj) Kota Tarakan Provinsi Kaltara Wahid Muhammad Isak, Bin Muhammad Ishak (42) yang tergabung di Kloter II Embarkasi Haji Batakan Sepinggan Balikpapan, Sabtu (12/8) meninggal dunia. Meninggalnya warga Jalan Kakap RT 8 No 92 Kelurahan Juata Laut ini dibenarkan oleh Ketua Tim Pemandu Haji Daerah Kota Tarakan, Muhammad Isa.

Menurut Isa, ia tidak mengetahui secara pasti apa penyebab Wahid meninggal dunia. Namun tadi pagi di ruang serbaguna Embarkasih Haji Sepinggan Balikpapan sempat ikut pengarahan dan pelepasan calhaj Provinsi Kaltara yang dilakukan oleh Gubernur Provinsi Kaltara Irianto Lambrie.

"Waktu pengarahan dan pelepasan oleh Pak Gubernur, Wahid masih ikut dan terlihat sehat saja. Bahkan juga sempat makan dan minum. Usai pengarahan itu kami langsung masuk kamar masing-masing. Sampai akhirnya saya mendengar ribut-ribut di kamar sebelah, katanya Pak Wahid pingsan," ucapnya, yang dihubungi Tribun melalui ponselnya.

Menurut Isa, Wahid langsung dilarikan ke klinik di Embarkasih Haji Sepinggan Balikpapan, setelah itu dilarikan ke Rumah Sakit Umum Kanujoso Djatiwobo Balikpapan, karena kritis. "Saya dengar meninggal di rumah sakit. Tapi saya belum monitor lagi, karena sudah ada ketua rombongan yang mengurus," ujarnya.

Di tempat terpisah, Kepala Bidang Kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Haji Batakan Sepingan Balikpapan, Andiek Ochman pun membenarkan informasi adanya calhaj Kota Tarakan yang meninggal dunia.

Andiek mengatakan, almarhum Wahid sempat diberikan pertolongan di klinik Embarkasi Haji dengan memberikan penanganan Resusitasi Jantung (RJP), yaitu tindakan pertolongan pertama kepada orang yang mengalami henti napas dengan pemeriksaan nadi, kompresi dada, pemberian napas buatan dan tindakan lainnya.

"Setelah itu kita rujuk ke Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan, namun di tengah perjalanan Wahid meninggal. Kata dokter klinik di Embarkasi Hai, kemungkinan besar meninggalnya, karena serangan stroke hemoragik yang menyebabkan pembuluh darah di dalam otak pecah," ujarnya.

Andiek menambahkan, dugaan seragan stroke ini diperkuat dengan riwayat penyaki hipertensi atau tekanan daraha tinggi yang didap almarhum. "Sebab dalam buku kesehatan jemaaah haji Indonesia bercap Dinas Kesehatan Kota Tarakan tertulis almarhum dikategorikan jemaah yang memiliki riwayat penyakit hipertensi," katanya.

Jenazah Wahid akhirnya diberangkatkan dari Balikpapan menuju Tarakan, pukul 18.20 Wita. Sedangkan calhaj Kota Tarakan yang tergabung di kloter II bersama calhaj Bulungan, Malinau, Nunukan Tana Tidung, dan Samarinda, Minggu (13/8) dini hari pukul 02.00 Wita, telah diberangkatkan dari Embarkasih Haji Sepinggan Balikpapan menuju Jeddah.(*)

Penulis: Junisah
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help