TribunKaltim/

Densus 88 Jemput 18 WNI yang Kabur dari Suriah

Tim Densus 88 Antiteror Polri langsung menjemput dan membawa mereka ke Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, untuk dilakukan pemeriksaan.

Densus 88 Jemput 18 WNI yang Kabur dari Suriah
Tribunnews.com/Abdul Qodir
Kabag Penum Polri Divisi Humas Polri, Kombes Martinus Sitompul. 

Ronni mengaku belum memperoleh rincian laporan saat dikonfirmasi tentang data keimigrasian 18 WNI tersebut.

"Pemeriksaannya dokumen keimigrasian 18 WNI tersebut tetap dilakukan. Karena semua warga negara yang dari luar negeri harus dilakukan pemeriksaan di imigrasi. Tapi, untuk yang kedatangan WNI terasebut domainnya Densus," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri, Komisaris Besar Martinus Sitompul, membenarkan 18 WNI yang diketahui keluar dari Suriah itu telah dibawa oleh Densus 88 ke Mako Brimob Depok.

Pihak Densus 88 akan melakukan pemeriksaan dan profiling latar belakang mereka.

"Memang ada, namun belum ditentukan bahwa mereka eks ISIS. Saat ini mereka sedang dilakukan pemeriksaan kesehatan dan akan dilakukan identifikasi dan interogasi," ujar Martinus.

Informasi yang diperoleh Tribun, 18 WNI dari Suriah itu terdiri dari 13 perempuan dan 5 laki-laki.

Seorang di antaranya adalah mantan Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Badan Pengusahaan (BP) Batam, Dwi Djoko Wiwoho (50 th).

Mantan pejabat Batam tersebut telah menghilang sejak kepergiannya ke Turki pada Agustus 2015 silam.

Djoko dan istrinya dengan membawa tiga putrinya, Syarafina Nailah, Nurshadrina Khairadhania, dan Tarisha Aqila Qanita, dikabarkan menyeberang ke wilayah konflik Suriah yang merupakan basis kelompok ISIS.

"Saya belum tahu siapa saja mereka. Yang jelas, saat ini mereka sedang dilakukan pemeriksaan dahulu," jelas Martinus.

Halaman
123
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help