TribunKaltim/

Ini Kiriman Relawan dan Wartawan Seluruh Samarinda untuk Palestina

Aksi dimulai dengan melakukan orasi tentang kemanusiaan, serta keprihatinan tentang masih adanya penjajahan di Palestina.

Ini Kiriman Relawan dan Wartawan Seluruh Samarinda untuk Palestina
TRIBUN KALTIM/CHRISTOPER DESMAWANGGA
Relawan dan wartawan seluruh Samarinda menggelar aksi damai di tepian Sungai Mahakam, Minggu (13/8/2017). 

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Christoper Desmawangga

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Ratusan relawan dan wartawan seluruh Samarinda menggelar aksi damai berupa doa bersama untuk Indonesia dan kemerdekaan Palestina.

Aksi dimulai dengan melakukan orasi tentang kemanusiaan, serta keprihatinan tentang masih adanya penjajahan di Palestina.

Selain itu, dilakukan juga pembacaan puisi, dan aksi tersebut ditutup dengan doa bersama.

Peserta aksi juga membentangkan spanduk bertuliskan spanduk 'Doa Bersama Untuk Palestina' dan 'Seribu Doa Untuk Indonesia Ku', serta mengibarkan bendera Indonesia dan Palestina, serta bendara logo masing-masing relawan.

Baca: Super Red Kalimantan, Inilah Ikan Arwana Termahal Pembawa Keberuntungan

Baca: Biasa untuk Hiasan Kue Ternyata Kacang Almond Bisa Turunkan Kolesterol, Masa Sih?

Baca: Ternyata Bukan Ayu Ting Ting, Ini Aktris Termahal Versi Produser Terkenal

Baca: Chelsea Kalah, Conte Sesalkan Kartu Merah Cahill

Tak hanya relawan saja yang turut dalam aksi tersebut, namun komunitas sepeda, lengkap dengan sepedanya turut dalam aksi tersebut. Komite Nasional Untuk Rakyat Palestina (KNRP) menutup orasi, dan mempin doa bersama.

Tampak, relawan dan seluruh peserta aksi khusyuk berdoa untuk Indonesia dan Palestina.

"Ini spontanitas, bertepatan dengan bulan kamanusiaan, serta jelang hari kemerdekaan, dan doa ini untuk Kaltim, Indonesia dan Palestina," tutur Ketua Wartawan Peduli Bencana (Wapena) Kaltim, Amir Hamzah, Minggu (13/8/2017).

Sementara itu, Muriono, salah satu anggota relawan yang hadir dalam aksi tersebut mengaku sangat prihatin dengan kondisi yang terjadi di Palestina, selain terjadi banyak pelanggaran HAM, juga banyaknya korban jiwa akibat penjajahan yang masih terjadi di Palestina.

"Kita relawan sangat prihatin, kami berharap pemerintah Imdonesia dapat turut serta dalam negosiasi dengan negara-negara yang terlibat. Kita di sini hanya dapat beri bantuan seadanya, dan yang paling utama doa untuk mereka," tutur pria yang menjabat sebagai Kabid Opsnal LSM Pelik Samarinda. (*)

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help