TribunKaltim/

Calon Haji Meninggal

Ini Pesan Almarhum Wahid Kepada Istri

almarhum sempat pesan kepada temannya di kamar, bilang mama putri (panggilan istrinya) lanjutkan ke tanah suci. Saya cukup sampai di sini

Ini Pesan Almarhum Wahid Kepada Istri
TRIBUN KALTIM/JUNISAH
Tiba di Kota Tarakan Provinsi Kaltara, jenazah calon haji (calhaj) Kota Tarakan Provinsi Kaltara Wahid Muhammad Ishak Bin Muhammad Ishak (42) diangkat oleh keluarga dan sahabat-sahabatnya, Sabtu (12/8/2017) 20.30 Wita. 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Tepat pukul 20.30 Wita, Sabtu (12/8) jenazah calhaj Kota Tarakan Provinsi Kaltara Wahid Muhammad Ishak Bin Muhammad Ishak tiba di Bandara Juwata Tarakan. Kedatangan jenazah almarhum Wahid disambut Kepala Kantor Kesbangpol Kota Tarakan Agus Susanto beserta istri dan perwakilan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tarakan.

Di kargo bandara Juwata Tarakan dilakukan penyerahan jenazah dari Pemkot Tarakan yang diwakilkan Agus Susanto kepada pihak keluarga. Penyerahan jenazah disaksikan sahabat-sahabat almarhum dan sebagian keluarga.

Jumran, ipar almarhum mengungkapkan, pihak keluarga sangat kaget mendengar Wahid meninggal dunia di Balikpapan. "Jam 12.00 Wita saya dikabarkan, kalau beliau sakit, jadi saya disuruh ke Balikpapan. Baru mau pesan tiket ke Balikpapan, kami malah dikabarkan kalau beliau sudah meninggal," ujarnya.

Jumran mengatakan, Wahid berangkat haji tidak sendiri, melainkan bersama istrinya Junarti (38). Sehingga saat Wahid meninggal, Junarti sang istri berada di samping almarhum. "Istrinya tetap berangkat ke tanah suci. Sebab sebelum meninggal, almarhum sempat pesan kepada temannya di kamar, bilang dengan mama putri (panggilan istrinya) lanjutkan berangkat ke tanah suci. Saya cukup sampai di sini," ujar Jumran menirukan perkataan Wahid.

Jumran mengaku, Wahid sama sekali tidak memiliki riwayat jantung dan bahkan kondisnya sangat sehat sewaktu berangkat haji. Oleh karena itu keluarga sangat tidak percaya dan tidak menyangka, Wahid akan pergi untuk selama-lamanya.

"Kita keluarga itu malah khawatirkan istrinya, karena istrinya itu sering kambuh pusingnya yang datang secara tiba-tiba. Jadi sama sekali tidak menyangka. Saya juga sempat ngobrol dengan istrinya lewat telepon saya bilang bagaimana. Terus istirnya bilang tetap lanjut berangkat ke tanah suci untuk mengikuti pesan almarhum. Kalau kita dari keluarga kalau mau balik Alhamdulillah, kalau mau diteruskan berangkat ke tanah suci yah juga Alhamdulillah," ucapnya.

Meninggalnya almarhum Wahid, membuat keluarga yang ditinggalkan sangat sedih. Almarhum merupakan pengusaha yang memiliki toko bangunan. Dia meninggalkan lima orang anak yang masih kecil-kecil. Anak yang paling bungsu atau anak nomor lima masih berusia 7 bulan, anak keeempat masih berusia 3 tahun, dan anak nomor tiga masih berusia 4 tahun, anak kedua dan pertama masih duduk di Sekolah Dasar (SD).

"Kami keluarga sangat sedih sekali, apalagi lima orang anak beliau masih kecil-kecil semua. Jadi kami keluarga benar-benar sangat kehilangan. Beliau ini baik dan sabar sekali orangnya. Mungkin kalau dipukul orang tidak akan membalas. Ini orang baik banget," ujar Jumran, ipar almarhum, Sabtu (12/8).

Menurut Jumran, keluarga sama sekali tidak menyangka, Wahid akan begitu cepat pergi untuk selama-lamanya. Bahkan keluarga tidak ada firasat sama sekali. Hanya saja waktu berangkat haji ada 20 mobil lebih yang mengantar beliau dengan istrinya.

"Mungkin bisa dikatakan, kami ini rombongan paling banyak jumlahnya untuk mengantar calhaj Tarakan. Sebab kami itu mengantar beliau dengan istrinya ada 50 orang lebih dengan menggunakan 20 mobil. Apalagi banyak tetangga yang mengantar beliau waktu berangkat haji," ujarnya.(*)

Penulis: Junisah
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help