TribunKaltim/

Kurang Sadar Lingkungan, Pengunjung Mengotori Puncak Bukit Biru

Selain itu, pihak pengelola juga akan menyiapkan media khusus bagi pengunjung untuk menyalurkan aksi coretannya.

Kurang Sadar Lingkungan, Pengunjung Mengotori Puncak Bukit Biru
Tribun Kaltim/Rahmad Taufik
Puncak Bukit Biru di Desa Sumber Sari ini sangat diminati kawula muda. Mereka menyaksikan panorama alam di bawah puncak. 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONGPuncak Bukit Biru di Kawasan Wisata Taman Arum, Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu, Kukar menjadi obyek wisata yang digemari para kawula muda yang punya hobi mendaki gunung.

Tiap Sabtu dan Minggu, puncak Bukit Biru didatangi sekitar 700 orang pengunjung. Mereka ingin menyaksikan panorama alam dari ketinggian 700 meter dengan keindahan matahari terbit dan tenggelamnya.

Sayangnya, Puncak Bukit Biru ini dikotori sampah makanan dan minuman yang dibawa pengunjung. Beberapa coretan tangan tampak di sebuah bangunan yang berada di tengah-tengah Puncak Bukit Biru. Botol minuman mineral, bungkus mi instan, kain sarung dan umbul-umbul lusuh ditemui di bagian puncaknya.

Sampah abu bekas bakaran juga terlihat di tepi puncak yang berhadapan langsung dengan jurang. Padahal, lokasi wisata ini telah mengalami pembenahan, seperti dibangun jalan batako sejauh 600 meter untuk memudahkan pengunjung berjalan kaki.

Terkait adanya sampah yang berserakan, pihak Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Sumber Sari sudah memasang papan larangan untuk membuang sampah di Puncak Bukit Biru. “Beberapa kali kami sudah memasang papan larangan membuang sampah di lokasi puncak, tapi papan larangan itu dicabut,” kata Kris Nugroho, Kepala Pokdarwis Desa Sumber Sari, Minggu (13/8).

Ke depan, ia akan mengawasi pengunjung dengan ketat. Setiap pengunjung yang membawa bekal makanan dan minuman akan dicatat. “Sehingga pas turun, pengunjung akan dicek. Jika mereka tidak membawa sampah makanannya turun akan diberikan sanksi,” ucapnya.

Selain itu, pihak pengelola juga akan menyiapkan media khusus bagi pengunjung untuk menyalurkan aksi coretannya. Sehingga mereka tidak melakukan coret-coret di bangunan yang ada di Puncak Bukit Biru. “Bahkan, kami berencana untuk membeli alat detektor yang bisa mengetahui sidik jari pengunjung dari dana kami. Sehingga kita bisa mendata pengunjung satu per satu untuk menghindari hal yang tak diinginkan,” tuturnya.

Pihak pengelola juga akan membangun jalan berupa anak tangga di sisi lain Puncak Bukit Biru sehingga tidak terjadi penumpukan pengunjung di satu jalur.

Puncak Bukit Biru kerap didatangi pengunjung, terutama mahasiswa dari Balikpapan, Bontang, Samarinda, Kutim dan Tenggarong. Pengunjung harus menempuh jarak sekitar 1 kilometer untuk mencapai puncaknya. Sebelum mencapai puncak, pengunjung akan menempuh tebing yang curam. Pihak pengelola menyiapkan tali tambang untuk memudahkan pengunjung mendaki. (*)

Penulis: Rahmad Taufik
Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help