TribunKaltim/

Lapar dan Kelelahan, Sopir Penabrak Akhirnya Menyerahkan Diri

Pelaku supir truk sudah menyerahkan diri. Ia mendatangi rumah petugas Aiptu Tri Sartono, karena istri polisi itu satu suku dengan KS

Lapar dan Kelelahan, Sopir Penabrak Akhirnya Menyerahkan Diri
TRIBUN KALTIM/UDIN DOHANG
Kasat Lantas Polres AKP Irawan (dua dari kiri) memberikan keterangan pers di ruang kerjanya, Sabtu (12/8). Tampak KS sopir truk penyebab tabrakan beruntun di depan RSUD Bontang. 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - KS, pengemudi truk yang menabrak pengendara mobil dan motor yang berhenti di lampu merah depan RSUD Bontang, jalan S Parman, Kelurahan Telihan, Kecamatan Bontang Barat, Kamis (10/8) akhirnya menyerahkan diri.

KS menyerahkan diri kepada petugas, Sabtu (12/8) setelah sempat dinyatakan buron selama 3 hari. Kepada petugas KS mengaku terpaksa melarikan diri dan sembunyi karena khawatir akan diamuk massa.  

“Pelaku supir truk sudah menyerahkan diri. Ia mendatangi rumah petugas Aiptu Tri Sartono, karena istri polisi itu satu suku dengan KS,” ujar Kasat Lantas AKP Irawan Setyono, Minggu (13/8).

Dijelaskan, sesaat kejadian menabrak satu unit mobil dan 4 pengendara motor di lampu merah depan RSUD, KS langsung meninggalkan kendaraanya lalu lari menuju jalan Ir Soekarno - Hatta. Kerumunan massa sesaat kejadian, membuat jejak KS langsung menghilang.

KS bersembunyi di dalam rerimbunan semak belukar, tidak jauh dari pemakaman non muslim jalan Soekarno - Hatta. Tanpa bekal apapun, KS bertahan hidup dengan memakan rumput dan dedaunan. Sementara untuk air minum diperoleh dari air sungai.  “Jadi dia tidak ada logistik sama sekali. Uang tidak ada, jadi makan apa yang ada di semak itu,” ujarnya.

Kasatlantas AKP Irawan menambahkan, hingga kini pihaknya masih mendalami kecelakaan yang merenggut nyawa seorang ibu hamil, dan melukai 8 orang lainnya Keterangan sementara yang dihimpun penyebab tabrakan beruntun lantaran pengemudi tidak mampu menguasai laju kendaraan, sehingga, tabrakan tak terelakkan.

Kepada penyidik, KS mengaku sempat menginjak pedal rem sebelum tabrakan terjadi. Tetapi muatan truk yang cukup berat, serta kondisi jalan yang menurun, tidak mampu menghentikan laju kendaraan. 

“Kalau dari keterangan supir, dia sempat ngerem sebelum tabrakan. Jadi penyebab tabrakan bukan karena rem blong,” katanya.

Terkait, adanya seseorang mengejar pengemudi sebelum kejadian terjadi. Polisi mengaku belum mendapat keterangan tersebut. AKP Irawan, mengaku masih mengumpulkan keterangan para korban. “Saat ini masih ada beberapa korban yang masih dirawat, kami tunggu mereka pulih baru dimintai keterangan. Kalau istri KS, sudah dipulangkan,” pungkasnya. (*)

Penulis: Udin Dohang
Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help