TribunKaltim/

Alat Pertanian

Kementerian Pertanian Kirim Hand Tractor, Cultivator dan Cornsheller

Beruntung kita mendapatkan bantuan ini. Sebab, kita tidak memiliki dana untuk melaksanakan kegiatan, seperti memberikan bantuan kepada petani

Kementerian Pertanian Kirim Hand Tractor, Cultivator dan Cornsheller
TRIBUNKALTIM/DOAN PARDEDE
Ilustrasi: Puluhan hand tractor bantuan Kementerian Pertanian 

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Tidak memiliki dana untuk melaksanakan kegiatan, bukan berarti membuat Pemkab Malinau tidak memberikan bantuan kepada masyarakat. Seperti halnya, pada Selasa (15/8) pagi, Pemkab Malinau memberikan 9 Alat Pertanian (Altan) kepada 9 kelompok tani yang mewakili 4 kecamatan di sekitar pusat pemerintahan.

Bupati Yansen TP langsung turun menyerahkan bantuan. Penyerahan bantuan ini dirangkaikan dengan peringatan Hari Pramuka. Adapun bantuan altan yang dibagikan oleh Pemkab yakni tiga buah pompa air, dua buah cultivator dan 4 buah Cornsheller. Semua alat ini, merupakan bantuan Kementerian Pertanian yang bersumber dari APBN.

"Beruntung kita mendapatkan bantuan ini. Sebab, kita tidak memiliki dana untuk melaksanakan kegiatan, seperti memberikan bantuan semacam ini kepada petani. Kita ketahui, saat ini pemkab mengalami defisit keuangan. Sehingga, agak mustahil kalau kita mengeluarkan dana untuk memberikan bantuan semacam ini," ujar Kepala Dinas Pertanian Kristian Muned kepada Tribun, kemarin.

Bantuan ini ungkap Muned, sangat berarti bagi kebanyakan petani di Malinau. Mengingat, type tanah di Malinau yang berbeda dengan tanah-tanah lainnya di daerah lainnya di Indonesia. Kemudian masih banyaknya wilayah pertanian yang belum memiliki pengairan yang baik sehingga bantuan ini sangat berarti bagi petani.

"Hand Tractor kita ketahui digunakan untuk melaksanakan pematangan lahan pertanian sawah. Kemudian, Cultivator digunakan untuk menghancurkan tanah keras yang ada di permukaan lahan pertanian kering. Lalu, Cornsheller digunakan untuk mempercepat pemisahan biji dari batang jagung usai dipanen," tandasnya.

"Namun paling utama, kita mendapatkan mesin pompa air. Kita sangat memerlukan banyak mesin seperti ini. Sebab, kebanyakan lahan pertanian di Malinau ini masih kekurangan sistem pengairannya. Tapi, bukan berarti bantuan lainnya tidak penting. Kedepan kita berupaya bisa mendapatkan bantuan semacam ini lagi," lanjutnya.

Sementara ini kata Muned, bantuan hanya diberikan kepada para petani di wilayah pusat pemerintahan saja. Bagi petani di daerah perbatasan dan pedalaman, Muned meminta untuk bersabar. Pihaknya saat ini sedang mengupayakan mendapatkan bantuan-bantuan lainnya untuk para petani di perbatasan dan pedalaman.

"Kita juga masih melakukan pendataan kelompok-kelompok tani yang aktif di daerah perbatasan dan pedalaman untuk kita salurkan bantuan. Kita tidak bisa begitu saja memberikan bantuan kepada kelompok tani. Sebab cukup banyak juga kelompok tani yang sudah tidak aktif lagi. Jadi, kita inventarisir dulu baru bantuan kita serahkan," tandasnya. (*)

Penulis: Purnomo Susanto
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help