TribunKaltim/

Hari Pramuka

Ratusan Anak Ramaikan Hari Pramuka dengan Berbagai Atraksi

Seperti tiga anak yang memberikan salam kepada Bupati saat masuk dalam lapangan upacara, itu anak kelas tiga. Susah juga mengajar mereka

Ratusan Anak Ramaikan Hari Pramuka dengan Berbagai Atraksi
TRIBUN KALTIM/PURNOMO SUSANTO
Murid-murid SDN 07 Punan Setarap, Malinau menyanyi lagu kebangsaan bersama dipimpin guru sekaligus kepala sekolah, Ferson. 

ANAK-anak hingga remaja terlihat berlarian menggunakan baju adat dari berbagai etnis di Malinau. Sebagian menggunakan pakaian Pramuka lengkap. Mereka silih berganti memperlihatkan kebolehan. Mulai dari gerak musik dan tari, atraksi Semapur (menara manusia) yang sangat menghibur dan menambah kemeriahan.

MESKIPUN agak molor dari waktu yang telah ditentukan, ratusan anak pramuka tetap semangat melaksanakan upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke 56 Pramuka. Hari Selasa (15/8), pukul 07.00 WITA, semua anggota pramuka sudah berkumpul di lapangan Kuala Lapang, Kecamatan Malinau Barat. Namun upacara baru dilaksanakan pukul 09.30.

Peringatan HUT ke-56 Pramuka ini dipimpin Bupati Yansen TP. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penutupan Bulan Bhakti RT Bersih yang telah dijalankan kurang lebih selama satu bulan terakhir ini. Usai pelaksanaan apel, seluruh peserta dan tamu undangan langsung disuguhi atraksi putra-putri Malinau.

Guru SDN 05, Rudi Jatmiko mengungkapkan, dia membutuhkan waktu 10 hari latihan untuk mengasah keterampilan siswanya melakukan gerak musik dan tari hari itu. Ia merekrut siswa kelas 4 sampai kelas 6. Ia juga melibatkan beberapa siswa kelas 3 untuk turut serta.

"Seperti tiga anak yang memberikan salam kepada Bupati saat masuk dalam lapangan upacara, itu anak kelas tiga. Susah juga mengajar mereka untuk berhadapan langsung dengan petinggi Malinau. Tapi, karena kita latih terus akhirnya mereka berani. Kemudian, kita juga menciptakan gerak musik dan tari untuk memberikan kemeriahan dalam atraksi itu," ujarnya.

Pada intinya ungkap Jatmiko, penampilan anak didiknya bertujuan untuk memberikan penyadaran kepada semua masyarakat tentang kebersihan dan terus menjaga lingkungan. Sebab dengan memberikan penyadaran sejak dini akan menjadikan anak-anak semakin peka terhadap kebersihan lingkungan.

"Makanya dalam atraksi itu, kita membawa alat-alat kebersihan. Seperti sapu lidi, skop, tong sampah dan lainnya. Musik yang kita nyanyikan pun mengandung makna kebersihan lingkungan. Seperti anak-anak kecil kalau diajari soal kebersihan lingkungan bisa lebih berani dari orang dewasa saat menegur orang kalau buang sampah sembarangan. Mereka tidak segan-segan memarahi orang lain kalau buang sampah tidak pada tempatnya," tegasnya.

Berbeda dengan komandan regu Air Fat Gugus SMAN 1 Malinau, M Ahsanul Gufron (16). Siswa kelas 11 ini mengungkapkan, atraksi Semapur yang ditampilkan oleh 56 anggota Pramuka dari SMAN 1 Malinau ini memerlukan waktu latihan selama satu hari sebelum pelaksanaan upacara. Atraksi ini merupakan latihan rutin dalam Pramuka.

"Semapur itu teknik membuat menara manusia dengan memperlihatkan pola gerakan baris berbaris dan atraksi penggunaan bendera sebagai kode. Kalau itu latihan setiap hari kita di Pramuka. Jadi tidak terlalu sulit melakukan. Hanya saja yang berbeda kita memberikan kode sesuai dengan peringatan hari Pramuka ini. Itu yang perlu kita latih," ujarnya. (*)

Penulis: Purnomo Susanto
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help