TribunKaltim/

Penampilan Irang Awai, Sang Maestro Musik Sampeq Pukau Bupati dan Paskibra

Kemeriahan peringatan HUT ke 72 Kemerdekaan RI di Sangatta, Kutai Timur, Kamis (17/8), masih terus berlanjut.

Penampilan Irang Awai, Sang Maestro Musik Sampeq Pukau Bupati dan Paskibra
nuamuri.blogspot.com
alat musik sampeq 

TRIBUNKALTIM.CO - Kemeriahan peringatan HUT ke 72 Kemerdekaan RI di Sangatta, Kutai Timur, Kamis (17/8), masih terus berlanjut. Setelah pelaksanaan upacara pengibaran sang Merah Putih pada pagi hari dan upacara penurunan sore hari, Pemkab Kutim menggelar malam resepsi kenegaraan di ruang Akasia Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi.

Resepsi dihadiri personel Paskibra Merah Putih 2017 dan para purna Paskibra dari angkatan sebelumnya serta jajaran pejabat di lingkungan Pemkab Kutim. Sebagai hiburan, panitia menampilkan sang Maestro Musik Sampeq, asal Desa Miau Baru, Kongbeng, Kutai Timur, Irang Awai.

Petikan senar sampeq yang begitu indah didengar membuat para undangan terdiam. Mereka terpukau dengan alunan music yang dipadu persembahan tarian Burung Enggang. Ia adalah salah satu nominasi Penghargaan Maestro Seni dan Tradisi tahun 2017, yang akan menerima penghargaan dari Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, pada tanggal 29 September 2017 mendatang.

Selain mampu membuat alat musik sampeq dan suling, pria berdarah suku Dayak ini juga dikenal memainkan musik sampeq ciptaannya sendiri. Dipadu dengan syair lagu ciptaannya yang menggunakan bahasa Dayak Kayan. Kepiawaiannya ini melengkapi kelestarian seni tradisi daerah di Kutim.

Di acara yang sama, Bupati Ismunandar mengatakan peringatan HUT ke 72 RI tahun ini mengusung tema 'Indonesia Kerja Bersama'. Dengan mengangkat kearifan lokal untuk mencapai tujuan bersama.

"Penampilan musik Sampeq yang dibawakan Irang Awai bersama para penari Burung Enggang merupakan satu di antara kekayaan budaya yang kita miliki. Perlu dilestarikan dan terus dikembangkan di tengah masyarakat agar tidak hanya tinggal cerita saja," kata Ismunandar.

Sebelumnya, melengkapi perayaan Hari Kemerdekaan, juga digelar doa bersama 17/17/17 yakni, tanggal 17, pukul 17 dan tahun 2017, di beberapa tempat ibadah. Untuk umat muslim, digelar di Masjid Agung Bukit Pelangi, untuk umat Kristen dan Katholik di Christian Center dan Khatolik Center di kawasan Jl Soekarno-Hatta. (*)

Penulis: Margaret Sarita
Editor: Sumarsono
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help