TribunKaltim/

Kebanggaan Kaltim

Gajah Kalimantan Jadi Ikon Pilkada Kaltara

BELUM lama ini, di Kalimantan Utara, gajah Pygmy borneo ini telah menjadi buah bibir. Gajah Kalimantan ini dijadikan ikon hajatan demokrasi Pilkada

Gajah Kalimantan Jadi Ikon Pilkada Kaltara
TRIBUN KALTIM / M ARFAN
Euforia pasangan dan tim Jusuf SK - Marthin Billa usai mendapatkan nomor urut 1 dalam pengundian nomor urut paslon pilkada Kaltara, di Gedung wanita Bulungan, Selasa (25/8/2015) pukul 21.10 wita. 

TRIBUNKALTIM.CO - BELUM lama ini, di Kalimantan Utara, gajah Pygmy borneo ini telah menjadi buah bibir. Gajah Kalimantan ini dijadikan ikon hajatan demokrasi Pilkada oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kaltara pada 2015.

"Biasanya Kaltara selalu identik dengan burung enggang. Tetapi kali ini, kami mengenalkan gajah mini, binatang khas dari Nunukan yang jumlah populasinya sudah mulai berkurang."

Itulah kutipan ungkapan pesan "go green" yang disampaikan Ketua KPU Suryanata Al Islami, saat membuka rapat pleno penetapan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltara di Gedung Wanita, dua tahun lalu.

Alasan dia, kenapa KPU Kaltara mengusulkan gajah mini Borneo sebagai maskot Pilkada Kaltara, karena binatang mungil ini mulai terancam. Jumlah populasinya bisa dihitung dengan jari.

Jika tidak diselamatkan populasinya, maka generasi mendatang tidak akan bisa melihat lagi gajah asli khas Nunukan, Kaltara.

Karena itu, jika para calon nanti ada yang terpilih sebagai pemimpin, dirinya sangat berharap, agar semua kebijakan-kebijakan yang dikeluarkannya, harus mengacu pada aspek-aspek keramahan lingkungan.

Mengacu data World Wildlife Fund for Nature Asian Rhino and Elephant Action Plas Strategy, diputuskan bahwa gajah mini Borneo tersebut juga disebut Elephas Maximus Borneensis yang merupakan satwa asli Kalimantan.

Hal tersebut sudah diuji penelitian melalui tes pembentuk tubuh, asam deoksiribonukleat, yang hasilnya gajah memiliki ciri pemalu, berukuran kecil, dan berbulu panjang. Sifat genetiknya berbeda dari gajah Asia dan Afrika, diduga mengembara ke belantara Kalimantan pada 30 ribu tahun yang lalu. (*)

Penulis: Budi Susilo
Editor: Sumarsono
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help