TribunKaltim/

Tak Mudah Datangkan 200 Peserta dari Semua Desa Terpencil

bukan mudah mendatangkan seluruh Sekdes dan bendahara desa ke pusat pemerintahan untuk mengikuti pelatihan ini

Tak Mudah Datangkan 200 Peserta dari Semua Desa Terpencil
TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN
Warga Kampung Merabu dan Mapulu, Kecamatan Kelay yang bermukim di kawasan kategori terpencil harus rela hidup dalam keterbatasan, termasuk akses internet. Di kampung ini, tagihan internet setiap bulan bisa mencapai Rp 6,6 juta. 

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Berbeda dengan daerah di perkotaan, Kabupaten Malinau memiliki problematika tersendiri dalam melaksanakan sebuah kegiatan yang melibatkan aparat desa. Lokasi desa yang kebanyakan berada di daerah perbatasan dan pedalaman membuat Pemkab Malinau memerlukan dana besar dalam melaksanakan sebuah kegiatan.

"Seperti kegiatan pelatihan Siskeudes ini. Kalau kita laksanakan, kita harus memiliki dana miliaran rupiah agar kegiatan ini terlaksana. Sebab, bukan mudah mendatangkan seluruh Sekdes dan bendahara desa ke pusat pemerintahan untuk mengikuti pelatihan ini. Semua biaya mereka kita tanggung, mulai dari transportasi, akomodasi dan konsumsi," ujar Staff Anggaran BPKD Malinau, Riduan saat ditemui Tribun di kantornya, kemarin.

Riduan menegaskan, tidak akan cukup menggelar kegiatan seperti ini dengan dana ratusan juta rupiah. Minimal, kegiatan dilaksanakan selama 4 hari sesuai dengan kegiatan BPKP yang telah dilaksanakan di Kota Tarakan bulan Juli lalu.

"Durasinya bisa lebih dari 4 hari. Terlebih, kita juga harus mencari waktu sebaik mungkin kalau melaksanakan kegiatan seperti ini. Intinya, jadwal pesawat terbang itu harus kita perhatikan. Sebab, masih banyak desa yang hanya bisa ditembus menggunakan jalur udara. Itupun, ada saja yang terlambat karena alasan transportasi," katanya.

"Itu biasa terjadi, dan memang harus kita maklumi. Sebab, untuk bisa sampai di pusat pemerintahan ini memerlukan perjuangan. Kalau desa yang bisa ditembus menggunakan jalur sungai, bisa saja sungai sedang kering dan tidak dapat dilewati. Kalau jalur udara, bisa saja pesawat tidak dapat menjemput karena alasan cuaca. Kalau jalur darat, bisa saja jalan becek dan tidak dapat dilalui," lanjutnya. (*)

Penulis: Purnomo Susanto
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help