TribunKaltim/

Mulai 2018 Disdukcapil Balikpapan Antar Dokumen ke Rumah Warga

Mulai tahun depan, warga tak repot lagi bolak-balik mengurus dan mengambil dokumen yang telah selesai Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Balikpapan.

Mulai 2018 Disdukcapil Balikpapan Antar Dokumen ke Rumah Warga
TRIBUNKALTIM/FACHMI RACHMAN
Penandatanganan aplikasi layanan Doyan oleh Walikota Balikpapan, Senin (21/8). 

 

BALIKPAPAN, TRIBUN -Mulai tahun depan, warga tak repot lagi bolak-balik mengurus dan mengambil dokumen yang telah selesai Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Balikpapan. Pasalnya, dokumen yang selesai akan diantar langsung oleh PT Pos Indonesia hingga ke tempat warga.

Senin (21/8), Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil meluncurkan sistem Layanan Doyan (Dokumen Oke Saya Antar). Ini adalah inovasi pelayanan publik pertama di Indonesia dengan menyediakan fasilitas pengantaran dokumen administrasi kependudukan dan catataan sipil yang telah diterbitkan oleh Disdukcapil Kota Balikpapan.

"Sehingga dengan layanan Doyan ini masyarakat tidak perlu kembali ke Kantor Disdukcapil untuk mengambil dokumen yang diurusnya. Begitu lengkap (dokumennya,Red), masyarakat pulang, tunggu di rumah nanti diantarkan kantor pos," kata Chairil Anwar Kepala Disdukcapil kota Balikpapan.

Chairil menjelaskan layanan ini merupakan kerja sama antara Pemerintah Kota Balikpapan dengan PT. Pos Indonesia dan BanKaltim yang dapat dimanfaatkan oleh warga pada awal tahun 2018 mendatang, dan terbatas untuk pengiriman dalam Kota Balikpapan. "Layanannya gratis karena biaya pengirimannya akan dibiayai oleh dana CSR dari BanKaltim," paparnya.

Untuk tahap awal, lanjut Chairil, ada dua layanan publik yang akan mendapat fasilitas layanan doyan, Yaitu Akte Kelahiran dan Akte Kematian, namun tidak menutup kemungkinan layanan ini akan diperluas di 16 Jenis Pelayanan Publik lain yang diberikan oleh Diskdukcapil.

Pihaknya saat ini sedang melaksanakan berbagai persiapaan untuk menghadirkan layanan ini, yakni penyusunan dokumen perjanjian kerja sama dan penyusunan Peraturan Wali Kota sebagai dasar pelaksanaannya. "Setelah MoU ini kita akan lanjutkan dengan penandatanganan perjanjian kerjasamanya," ujarnya.

Untuk pembayaran antar jemput akan dibantu oleh Bankaltim, sehingga masyarakat tidak perlu lagi membayar. "Dari beberapa kita lakukan inovasi termasuk kerjasama dengan rumah sakit, ada juga yang sifatnya 3 in 1. Inovasi ini akan diterapkan, untuk Bank Kaltim yang akan membayarkan, Bank Kaltim membayar berupa pranko, bisa saja diikuti oleh bank-bank yang lainnya," kata Chairil. (dha)

Penulis: Siti Zubaidah
Editor: Adhinata Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help