TribunKaltim/

Penyidik Periksa 3 Pejabat Pemprov Terkait Dana Hibah/Bansos 2013

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kutai Barat masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi terkait dana hibah yang bersumber dari dana APBD Kaltim Rp 18,5 miliar.

Penyidik Periksa 3 Pejabat Pemprov Terkait Dana Hibah/Bansos 2013
kopel-online.or.id
Ilustraso

 

SAMARINDA, TRIBUN -Kejaksaan Negeri (Kejari) Kutai Barat masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi terkait dana hibah yang bersumber dari dana APBD Kaltim Rp 18,5 miliar tahun 2013, untuk ketiga yayasan. Pekan ini, sejumlah saksi-saksi dari pejabat Pemprov Kaltim.

"Iya mas sampai saat ini masih berlangsung pemeriksaan saksi-saksi. Minggu ini juga ada pemeriksaan saksi di kantor Kejati," kata Kepala Kejari Kutai Barat, Syarief N Nahdi, kepada Tribun, Senin (21/8).

Proyek tersebut, diduga ada penyimpangan dari dana hibah yang dikucurkan dari Pemprov Kaltim senilai Rp 18,5 miliar. Permohonan dana hibah untuk tiga yayasan tersebut sedianya akan dibangun sekolah menengah kejuruan (SMK). Bantuan itu antara lain, Yayasan Pendidikan Permata Bumi Sendawar, Yayasan Pendidikan Sekar Alamanda dan Yayasan Pendidikan Sendawar Sejahtera.

Namun faktanya, dari tiga bangunan di Kecamatan Sendawar, Kutai Barat, dua diantaranya hanya berdiri beberapa tiang pancang dan sebuah bangunan gedung yang mangkrak.
Beberapa pejabat Pemprov Kaltim, bakal dimintai keterangan tambahan sebagai saksi kasus dana hibah itu antara lain Kepala Biro Keuangan, Kepala Biro Sosial dan Kepala Sub Bagian Pendidikan Pemprov Kaltim.

"Keterangan tambahan saja, untuk saksi-saksi saja. Saksi dari Karo Keuangan, Karo Sosial dan Kasubag Pendidikan," kata Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Kutai Barat, Johansen? Silitonga, kepada Tribun, Senin (21/8).

Proyek yang menggunakan dana hibah/bansos tersebut sudah diperiksa BPK Perwakilan Kaltim. Tiga yayasan yang menerima dana hibah/bansos itu Yayasan Sekar Alamanda, Permata Bumi Sendawar dan Sendawar Sejahtera, disinyalir berafiliasi satu pemilik.

Hasil pemeriksaan laporan pertanggungjawaban, penerima hibah/bansos mengembalikan dana hibah sekitar Rp 5 miliar ke kas daerah pemprov Kaltim tahun 2014 lalu. Dana hibah tersebut atas nama Yayasan Pendidikan Permata Bumi Sendawar. Berdasarkan surat tanda Setoran tercatat sebesar Rp 1.455.000.000 melalui Bankaltim yang diterima tanggal 16 Juni 2014 lalu.

Sedangkan pengembalian dana hibah untuk Yayasan Pendidikan Sekar Alamanda sebesar Rp 4.335.000.000 melalui Bankaltim juga diterima pada tanggal 16 Juni 2014.

Sebelum ditingkatkan ke penyidikan, Kejari Kubar sudah menggeledah tiga tempat yakni, Biro Sosial Pemprov Kaltim, Biro Keuangan, Dinas Pendidikan Kaltim dan STIENAS Colorado.

Tim jaksa gabungan berhasil menyita 1 koper dan tiga kardus yang berisikan dokumen naskah perjanjian hibah daerah) dan laporan penerima hibah tahun anggaran 2013. Kepala Kejari Kubar Syarief S Nahdi menyatakan, menduga ada indikasi penyimpangan saat pemberian dan penggunaan dana hibah tersebut. (bud)

Penulis: Budhi Hartono
Editor: Adhinata Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help