TribunKaltim/

Gila, Ayah Tiri Korban Ikut Terlibat Pelecehan Seksual

Untuk itu, hingga kini ayah tiri Mawar masih berstatus sebagai saksi, karena tidak adanya dua alat bukti yang memberatkan.

Gila, Ayah Tiri Korban Ikut Terlibat Pelecehan Seksual
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

- Kasus Pencabulan Remaja 14 Tahun

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Polres Kutai Timur belum dapat menetapkan ayah tiri mawar,  bocah 14 tahun korban asusila saat mabuk miras sebagai tersangka. Pasalnya hingga kini, pihak kepolisian belum bisa mendapatkan dua alat bukti.

Dari hasil pengembangan yang dilakukan jajaran satreskrim polres Kutai Timur, terhadap kasus asusila bocah 14 tahun asal kota sangatta,  diketahui bahwa selain tujuh pelaku asusila terhadap mawar, sebut saja begitu, ada dugaan keterlibatan ayah tiri sebagai pelaku.

Mengetahui hal tersebut, beberapa waktu lalu  ibu korban langsung membuat surat aduan yang ditujukan pada sang suami. Tak perlu waktu lama,  akhirnya ayah tiri mawar pun telah ditangkap dan dilakukan pemeriksaan.

Kapolres Kutim AKBP Rino Eko didampingi Kasatreskrim AKP Andika Dharma Sena saat  dikonfirmasi melalui telepon selular  mengatakan hasil keterangan pada Berita Acara Pemeriksaan (BAP) diketahui bahwa ayah tiri korban tidak mengakui tuduhan yang ditujukan pada dirinya.

Untuk itu, hingga kini ayah tiri Mawar masih berstatus sebagai saksi, karena tidak adanya dua alat bukti yang memberatkan.

“Belum bisa ditingkatkan statusnya menjadi tersangka. Karena kami masih menghimpun buktinya dulu. Minimal dua alat buktilah,” ungkap Andika.

Dari informasi yang dihimpun, ibu korban tidak mempercayai kelakuan suaminya.  Sebab, selama ini dirinya tidak pernah terpuaskan oleh sang suami,  meski suami telah meminum ramuan.  Maka istri tidak percaya jika suamiya mampu menodai anak yang di bawah umur.

Seperti diketahui, penyalahgunaan obat batuk merek tertentu di tengah remaja di Kabupaten Kutai Timur, agaknya sudah tak bisa ditolelir lagi.

Pasalnya, sebagian besar tindak kriminalitas terjadi diduga bermula dari si pelaku mabuk karena pengaruh minuman oplosan dicampur obat batuk.

Satu di antaranya adalah, kasus pencabulan yang dilaporkan keluarga Bunga, sebut saja begitu, pada Selasa (29/8). Kondisi Mawar yang ternyata hamil dua bulan membuat keluarganya kaget dan melapor ke polisi.

"Awalnya dari minum obat batuk itu juga. Mereka kumpul-kumpul sama-sama, maka terjadilah hal tersebut. Entah di hari yang sama secara beramai-ramai, atau bergantian di hari yang berbeda.

Pastinya, selama dua hari ini, kami sudah mendapat empat tersangka yang salah satunya adalah pacar si cewek itu. Dua diamankan Selasa (29/8) malam, dua lagi, diamankan Rabu (30/8) siang dan tiga diamankan Kamis (31/8)," ungkap Andika.

Pihak kepolisian pun langsung membawa Bunga ke rumah sakit untuk memeriksa kehamilannya. Dari hasil USG, diketahui umur kandungan Bunga sudah delapan minggu lebih (2 bulan). (*)

 

Penulis: Margaret Sarita
Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help