TribunKaltim/

APBD-P Bontang Ditargetkan Naik Rp 135 Miliar

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2017 Kota Bontang ditargetkan meningkat Rp 135,05 miliar dari APBD Rp 865 miliar.

APBD-P Bontang Ditargetkan Naik Rp 135 Miliar
TRIBUN KALTIM / AMANDA LIONY
Walikota Bontang, Neni Moerniaeni, yang ditemui saat menghadiri audiensi Pengaliran Perdana Sambungan Jargas di Balikpapan, Kamis (2/2/2017). 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2017 Kota Bontang ditargetkan meningkat Rp 135,05 miliar dari APBD Rp 865 miliar.

Proyeksi ini tertuang dalam rapat paripurna Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan, yang digelar DPRD Bontang.

Rapat dipimpin langsung Ketua DPRD Bontang Nursalam didampingi Wakil Ketua II Faisal serta diikuti pula para anggota legislator. Hadir pula, Walikota Bontang Neni Moerniaeni, Wawali Basri Rase, Plt Sekkot Artahnan Saidi, serta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Baca: Pemuda Balikpapan Buat Solusi Atasi Banjir, Aplikasi Ini Jadi Salah Satu Jawabannya

Dalam sambutannya, Neni menjelaskan, target penerimaan pendapatan pada APBD-P dipatok Rp1 triliun lebih atau naik Rp 135 miliar dari APBD murni. Tambahan pada pos pendapatan bersumber dari dana perimbangan Rp 117 miliar, serta pendapatan lain-lain yang sah Rp 5 miliar.

Ia menuturkan, alokasi dana perimbangan yang semula dipatok Rp 611 miliar mengalami kenaikan jadi Rp 728 miliar. Sementara sektor lain-lain pendapatan sah yang ditetapkan Rp 157 miliar menjadi Rp 162 miliar.

"Alhamdulillah., ada tambahan sekitar Rp 135 miliar untuk APBD murni 2017," ujar Walikota Neni.

Baca: BREAKING NEWS - KRL Commuter Line Terbakar di Stasiun Pasar Minggu

Pun demikian, Neni mengungkapkan pendapatan dari sektor PAD (pendapatan asli daerah) pada APBD P 2017, relatif mengalami stagnasi.

Dari target Rp 161 miliar PAD tahun 2017, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) melakukan koreksi penurunan sebesar Rp 1 miliar menjadi Rp 160 miliar.

"Kecuali pendapatan dari sektor PAD kita koreksi turun sekitar Rp 1 miliar dari target awal Rp 161 miliar," beber Neni.

Ia melanjutkan, dengan adanya tambahan pendapatan Rp 135 miliar dalam dimanfaatkan dengan baik untuk menopang kegiatan pembangunan yang sifatnya urgent dan prioritas. Pihak yang terkait dalam penyusunan APBD-P yakni Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD, diminta segera bersinergi dalam membahas alokasi anggaran untuk kepentingan publik.

Baca: Manglingin Sih Wajahnya Laudya Cynthia Bella tapi Kok Malah Dibilang Mirip Muzdalifah?

"Harapan saya legislatif dan eksekutif bisa segera sinergi membahas dan mengesahkan APBD P paling lambat awal Oktober nanti," tandasnya. (*)

Penulis: Udin Dohang
Editor: Sumarsono
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help