TribunKaltim/

Bosan Mengeluh ke Pemerintah Wempi Dukung Warga Apo Kayan ke Malaysia

Selain melalui jalan rusak dan berlumpur warga Apo Kayan juga harus melewati jalan yang sengaja diputus oleh Malaysia.

Bosan Mengeluh ke Pemerintah Wempi Dukung Warga Apo Kayan ke Malaysia
TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD ARFAN
Ilustrasi: Jalan putus di ruas jalan poros Bulungan-Berau yang menghubungkan Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Kabar menyedihkan mengenai keadaan masyarakat Apo Kayan yang saat ini tengah terisolir, karena jalan antarkecamatan dan antardesa di Apo Kayan dilanda longsor. Kejadian ini membuat Ketua DPRD Malinau, Wempi W Mawa menyatakan sikap. Intinya, Wempi mendukung warga Apo Kayan ke Malaysia mencari bantuan.

Meskipun mendapat dukungan Ketua DPRD namun saat ini DPRD juga belum bisa menjamin perbaikan hubungan masyarakat Apo Kayan dengan Malaysia. Ini terkait upaya menghubungkan kembali jalan yang sengaja diputus pihak Malaysia. Sehingga, kesulitan demi kesulitan terus membayangi masyarakat Apo Kayan.

"Saya mendukung warga Apo Kayan meminta bantuan ke Malaysia. Karena memang lebih baik seperti itu. Sebab, kalau ingin mengakses wilayah lainnya di Apo Kayan sangat sulit karena putusnya jalan di mana-mana karena longsor parah. Cara satu-satunya adalah menuju Malaysia. Meskipun kondisi jalan menuju Malaysia juga sangat sulit," ujarnya.

Namun demikian, sulitnya menuju Malaysia tidak sebanding dengan sulitnya menuju daerah lainnya di Apo Kayan. Wempi menjelaskan, dua hal terberat saat masyarakat Apo Kayan menuju Malaysia adalah ketika jalan menuju Malaysia habis diguyur hujan. Kemudian, setelah melewati pos terakhir Indonesia-Malaysia di Tapak Mega ada jalan yang sengaja diputus oleh pihak Malaysia.

"Tentu jalan di sana akan berlumpur sehabis diguyur hujan. Kemudian, ada jalan putus saat sudah memasuki wilayah Malaysia. Dua hal itu saja. Tapi, kalau menuju daerah lainnya di Apo Kayan lebih sulit. Apalagi jalan menuju Kabupaten Mahakam Hulu (Mahulu), untuk menuju ke Samarinda dan kota lainnya di Kaltim sudah nyata tidak bisa karena longsor parah," paparnya.

Apakah ada jalan untuk mencari bantuan kepada pemerintah, Wempi menyebut, tidak mungkin Pemkab Malinau memberikan bantuan untuk membuka dan memperbaiki jalan yang tengah longsor di Apo Kayan. Pasalnya, saat ini pemkab ketiadaan dana untuk menyelesaikan persoalan itu.

"Kita tahu sendiri kondisi keuangan pemkab seperti apa. Tidak mungkin bisa memberikan bantuan kepada Apo Kayan. Tapi upaya yang diberikan untuk mengurangi keadaan agar tidak memburuk terus dilakukan. Seperti misalnya penambahan jatah peerbangan ke daerah Apo Kayan. Itupun, memang sudah direncanakan sebelumnya di APBD Malinau 2017," pungkasnya.

Bosan mungkin ungkapan tepat disampaikan oleh Wempi, ketika DPRD Malinau menyampaikan persoalan terisolirnya daerah Apo Kayan kepada pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Kedua institusi pemerintahan tersebut hanya memberikan tanggapan tanpa ada penyelesaian di lapangan.

"Nihil! Itu saja bisa saya katakan. Bukan sekali dua kali kita berhadapan dengan mereka untuk menyampaikan persoalan di daerah perbatasan dan pedalaman, khususnya Apo Kayan. Tapi hingga saat ini tidak ada satupun tindakan nyata dari mereka. Tapi kalau kita menyampaikan persoalan perbatasan dan pedalaman kepada mereka, tanggapannya selalu ada," tegasnya. (*)

 

Tempatkan Alat Berat di Apo Kayan
SOLUSI nyata ditawarkan oleh Ketua DPRD Malinau Wempi W Mawa kepada pemerintah, yakni pengadaan alat berat untuk ditempatkan di Apo Kayan. Langkah ini sangat tempat untuk dilakukan, mengingat persoalan utama daerah Apo Kayan pada musim penghujan adalah tanah longsor. Sebab, kebanyakan jalan di Apo Kayan berupa tanah, berdinding bukit bebatuan.

"Semoga saja, tahun 2018 mendatang anggaran Kabupaten Malinau bisa lebih baik. Jadi, kita bisa anggarkan sendiri dari APBD murni. Dan kita tidak menunggu uluran tangan dari pemerintah pusat. Saat ini, kita baru memiliki satu alat berat berupa excavator yang ditempatkan di Apo Kayan tepatnya, di Desa Data Dian, Kecamatan Kayan Hilir," ujar Wempi.

Penempatan alat berat di Data Dian, ungkap Wempi, sudah sangat terasa dampaknya. Meskipun masih terbatas, cukup memberikan jawaban atas persoalan longsor di Kecamatan Kayan Hilir. Minimal, tiga desa yang berada di satu jalur dengan Data Dian dapat terhubung satu sama lainnya.

"Kalau memang bisa, kita bisa lengkapi alat beratnya. Bukan hanya excavator, kita juga tambahkan dengan alat berat lainnya. Seperti, motor grader, bulldozer dan bomag. Kalau sudah lengkap seperti itu, kondisi longsor di Apo Kayan bisa diatasi. Jadi, kalau memang dapat diwujudnyatakan, Dinas PU PRPKP dapat menaruh UPTD di Apo Kayan," tuturnya.

"Sesuai dengan kebutuhan, dua paket alat berat lengkap ditaruh di Apo Kayan. Masing-masing ada di Kayan Hilir dan Kecamatan Sei Boh. Sebab, kedua kecamatan itu berada di antara dua kecamatan lainnya di Apo Kayan. Kemudian, kita juga harus menempatkan satu set lengkap alat berat di kecamatan perbatasan dan pedalaman lainnya di luar Apo Kayan," ujarnya. (*)

Penulis: Purnomo Susanto
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help