TribunKaltim/

DP3APPKB Bekali Murid SD Lindungi Diri dari Kejahatan Seksual

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman tentang anti kejahatan seksual terhadap anak, terutama saat siswa di sekolah

DP3APPKB Bekali Murid SD Lindungi Diri dari Kejahatan Seksual
TRIBUNKALTIM.CO/BUDISUSILO
Ilustrasi: Heydi Tampemawa, ketika sedang terlibat dalam kampanye anti kekerasan seksual terhadap anak dan wanita di lapangan Merdeka Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Para murid sekolah dasar di Kabupaten Nunukan sejak dini dibekali cara melindungi diri dari tindak kejahatan seksual. Melalui Program Gerakan Nasional Anti Kejahatan Seksual terhadap Anak (GN-AKSA), Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kabupaten Nunukan melakukan sosialisasi selama sepekan dengan sasaran para murid sekolah dasar di Kecamatan Nunukan dan Kecamatan Nunukan Selatan.

Sekolah yang disasar seperti SD Negeri 002 Nunukan, SD 001 Muhammadiyah, SD Negeri 006 Nunukan, SD Negeri 003 Nunukan Selatan, SD Negeri 004 Nunukan dan SD Negeri 005 Nunukan Selatan.

"Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman tentang anti kejahatan seksual terhadap anak, terutama saat siswa di sekolah," ujar Endah Kurniawatie, Kepala Bidang Perlindungan Anak DP3APPKAB Kabupaten Nunukan, Minggu (10/9).

Menurutnya, anak melakukan interaksi yang sangat banyak saat sedang berada di sekolah. Anak juga mendapatkan pelajaran yang banyak saat di sekolah. "Hasil yang diharapkan yakni para siswa memahami serta bagaimana melindungi diri dari tindak kejahatan," ujarnya.

Sosialisasi ini juga dilakukan untuk menyamakan persepsi antisipasi kejahatan seksual terhadap anak. "Kegiatan GN-AKSA akan terus digencarkan, baik untuk anak-anak maupun orang tua seperti pelatihan parenting," ujarnya.

Kegiatan yang diselenggarakan Bidang Perlindungan Anak DP3APPAB ini melibatkan Pemerhati Anak M Khoiruddin dari Fasilitator Anak Nunukan selaku narasumber.

Khoiruddin mengungkapkan, kejahatan dan kekerasan seksual yang sering terjadi pada anak dewasa ini, sudah sangat memprihatinkan. "Sangat ditakutkan apabila hal itu terjadi pada anak karena dapat menimbulkan depresi, stres, trauma, gelisah, cedera fisik dan kecenderungan untuk melakukan hal yang sama pada masa depan," ujarnya.

Apalagi, kata dia, jika kejahatan seksual dilakukan oleh anggota keluarga, hal itu dapat menghasilkan dampak yang lebih serius dan trauma psikologis jangka panjang.

"Di sinilah peran orangtua sangat besar dalam mendidik anak. Selain itu, para orangtua harus bisa melindungi anak dari bahaya kejahatan seksual, karena akibat yang ditimbulkan sangatlah besar untuk perkembangan anak," ujarnya. (*)

Penegak Hukum Diminta Lebih Bernyali
KEPALA DP3APPKAB, Faridah Ariyani menyebutkan, masalah anak menjadi isu penting yang harus menjadi perhatian semua pihak. Hal ini sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 5 tahun 2014 tentang Gerakan Nasional Anti Kekerasan Seksual Terhadap Anak.

Halaman
12
Penulis: Niko Ruru
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help