TribunKaltim/

Setelah Mantan Lurah, Diduga ada Oknum PNS Terlibat Pungli Tanah

Damus enggan menyebut nama terduga pelaku yang terlibat, namun Damus membenarkan, jika orang yang dimaksud merupakan oknum PNS.

Setelah Mantan Lurah, Diduga ada Oknum PNS Terlibat Pungli Tanah
TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN
Mantan lurah harus menutup wajahnya karena malu tertangkap sabur pungli 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Jumlah tersangka dalam kasus dugaan Pungutan Liar (Pungli) yang diduga dilakukan ML, mantan lurah dalam pengurusan surat tanah garapan kemungkinan akan bertambah.

Pasalnya, dalam pengembangan kasus ini, Satreskirim Polres Berau mendapati nama lain yang diduga ikut serta melakukan pungli. Kapolres Berau, AKBP Andy Ervyn melalui Kasat Reskrim Polres Berau, AKP Damus Asa mengatakan, dari hasil pemeriksaan sebelumnya terdapat satu nama baru yang disebut oleh para saksi.

Damus enggan menyebut nama terduga pelaku yang terlibat, namun Damus membenarkan, jika orang yang dimaksud merupakan oknum PNS.

“Dari keterangan sebelumnya, ada satu nama yang disebut dalam proses pengurusan surat-surat tersebut dan itu yang akan kita panggil, dan untuk namanya nanti kita sampaikan, yang jelas statusnya juga PNS,” ungkapnya.

Damus menambahkan, saat ini ML sudah ditetapkan sebagai tersangka dengan beberapa barang bukti seperti surat tanah dan uang tunai sebesar Rp 20 juta.

Namun, pemeriksaan masih terus berlanjut untuk mengetahui siapa saja yang terlibat dalam kasus ini.

“Statusnya sudah tersangka, dan pemeriksaan masih kita lakukan terus untuk mengetahui apakah ada orang lain lagi,” tegasnya.

Rencananya, oknum PNS tersebut akan dipanggil untuk dimintai keterangan pada hari Senin (11/09) ini. Pihaknya berharap, PNS tersebut kooperatif memenuhi panggilan dan memberikan keterangan kepada penyidik.

Informasi yang dihimpun Tribun, oknum yang dimaksud berinisial Nj yang kini bertugas di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperidagkop) Berau.

Sebelumnya Nj menjabat sebagai plt sekretaris lurah saat ML masih menjabat sebagai lurah di salah satu kecamatan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Tim Saber Pungli Polres Berau mengamankan ML dari rumahnya, setelah menerima uang sebesar Rp 20 juta dari seorang warga yang mengurus surat tanah garapan. Uang tersebut diduga sebagai uang muka dari yang dijanjikan.

Sementara itu, Burhanuddin, Kuasa Hukum ML kepada para wartawan membantah, jika kliennya melakukan pungli. Menurutnya, warga yang mengurus surat tanah tersebut yang menjanjikan memberikan uang sebesar Rp 150 juta kepada kliennya, jika pengurusan surat garapan selesai.

Bahkan menurut keterangan ML melalui kuasa hukumnya, saat itu, uang yang dijanjikan telah diserahkan kepada Plt sekretaris lurah, yang rencananya dipanggil oleh Polres Berau untuk dimintai keterangan pada hari ini. (*)

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help