TribunKaltim/

Tubuh Salabiah jadi ajang Tarik-tarikan Monster Sangatta dan Mukmin

Tidak dimatikan, hanya setrum sedikit, sehingga mudah ditangkap dan langsung diikat oleh warga, dapatnya tak jauh dari lokasi

Tubuh Salabiah jadi ajang Tarik-tarikan Monster Sangatta dan Mukmin - monster-sangatta-ditangkap_20170910_191814.jpg
TRIBUN KALTIM/MARGARET SARITA
Monster Sangatta yang ditangkap warga dengan cara setrum sehingga mudah ditangkap dan langsung diikat oleh warga. Buaya ini ditangkap tidak jauh dari lokasi penerkaman Salabiah
Tubuh Salabiah jadi ajang Tarik-tarikan Monster Sangatta dan Mukmin - korban-monster-sangatta_20170910_192114.jpg
TRIBUN KALTIM/MARGARET SARITA
KORBAN MONSTER - Salabiah korban terkaman buaya sedang ditangani tim medis dan buaya yang ditangkap warga di sekitar lokasi kejadian, Sabtu (9/9) sore harinya

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Pasca peristiwa penerkaman warga Jalan Soekarno Hatta, Salabiah oleh buaya muara yang dikenal sebagai monster Sangatta, Sabtu (9/9) pagi, warga beramai-ramai mencari buaya tersebut.

Mereka berjaga mulai di lokasi kejadian, yakni di kubangan belakang rumah korban, hingga menelusuri aliran sungai yang tembus ke kawasan Pasar Induk Sangatta, Jalan Ilham Maulana.
Sore harinya, upaya ini pun berhasil. Buaya yang diduga nyaris memangsa Salabiah terlihat tak jauh dari lokasi kejadian.

Tepatnya di dekat parit tepi jalan Soekarno Hatta. Warga pun langsung melakukan penangkapan menggunakan aliran listrik.

“Tidak dimatikan, hanya setrum sedikit, sehingga mudah ditangkap dan langsung diikat oleh warga, dapatnya tak jauh dari lokasi kejadian di Jalan Soekarno Hatta juga. Tapi di parit yang di tepi jalan besar. Bukan di pemukiman tempat ibu Salabiah diterkam,” ungkap Rahmadi, salah seorang warga.

Buaya sepanjang sekitar 2,5 meter dengan lebar sekitar 30 centimeter tersebut, menurut Rahmadi terlihat pertama kali oleh warga, berada di bawah jembatan.  

Saat itu, warga langsung melakukan penyetruman agar keluar dari tempat persembunyiannya. Begitu keluar, dengan sigap warga langsung mengikat dan membungkus mulut buaya dengan karung.

Dari lokasi kejadian, buaya tersebut langsung dibawa ke Sekretariat Kerukunan Bubuhan Banjar Kutai Timur  (KBBKT) di kawasan Pasar Induk Sangatta, Jalan Ilham Maulana. Setelah diinapkan satu malam, pihak KBBKT kemudian menyerahkan buaya tersebut ke staf Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim untuk dibawa ke Samarinda, Minggu (10/9).

“Untuk saat ini, rencananya kami bawa dulu ke Kantor BKSDA Kaltim. Langkah selanjutnya, kami menunggu perintah apakah akan ditaruh di penangkaran atau dilepas ke habitatnya,” ungkap Ridho, petugas BKSDA Kaltim.

Seperti diketahui, Sabtu (9/9) pagi, warga Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Sangatta Utara digemparkan oleh aksi monster Sangatta yang menerkam Salabiah (30).

Berkat pertolongan Mukmin, suaminya dan Sanah, tetangga sebelah rumah, ibu tiga anak ini berhasil diselamatkan dan dibawa ke rumah sakit.

Ditemui di rumah sakit, Sanah menceritakan kejadian yang menimpa Salabiah. "Pagi itu, dia mau mandi, kebetulan, saya juga mau buang air kecil. Karena tempatnya sempit, saya pikir, masa saya kencing di situ juga. Saya pulang lagi ke pondok, mau ambil ember. Baru pegang ember, dengar Salabiah teriak. Langsung saya susul lagi ke sungai. Saya tanya kenapa, tapi tidak menyahut. Saya lihat, mukanya terbenam di air. Jadi saya tarik kakinya," ungkap Sanah.

Saat ditarik kakinya, lanjut Sanah, ada yang menarik Salabiah lagi. Jadi sempat terjadi tarik-tarikan tiga kali selama sekitar 1 jam. "Awalnya tidak tahu kalau yang tarik-tarikan itu buaya. Sempat tiga kali tarik-tarikan. Sampai kakinya (kaki korban) terlepas. Baru keliatan buayanya. Teriak saya panggil suami korban," ujar Sanah.

Mukmin pun langsung terjun ke sungai dan melepaskan jeratan buaya pada bahu istrinya. Hingga akhirnya, buaya sepanjang sekitar 2,5 meter dengan lebar 50 centimeter melepas gigitannya dan lari ke darat.

Mukmin dan Sanah langsung menyelamatkan Salabiah dari sungai dan membawanya ke rumah sakita. Salabiah mengalami luka patah tulang di tangan kanan dan luka di bahu akibatan cengkraman buaya. Wajahnya pun ikut terluka karena sempat diseret buaya. (*)

Penulis: Margaret Sarita
Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help