TribunKaltim/

Keguguran karena Dianiaya Suami, Istri Lapor Komnas Perlindungan Perempuan

Istri Staf Pelaksana pada Kantor Pelayanan BC Tipe Madya Pabean C Nunukan mengaku, penganiayaan suamnya menyebabkan kepalanya bocor

Keguguran karena Dianiaya Suami, Istri Lapor Komnas Perlindungan Perempuan
amazine.com
Ilustrasi; KDRT 

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - SS menempuh segala cara untuk mencari keadilan atas kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialaminya. Selain menempuh langkah hukum dengan melaporkan kasus penganiayaan yang dialaminya ke Polisi, dia juga membuat laporan ke Direktur Jenderal Bea dan Cukai hingga ke Komisi Nasional Perlindungan Perempuan.

"Laporan yang masuk kepada kami Jumat kemarin itu, penganiayaan tersebut mengakibatkan keguguran," ungkap Ari Sugiwastuti, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan pada Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Nunukan, Selasa (12/9).

Istri Staf Pelaksana pada Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Nunukan itu mengaku, penganiayaan yang dilakukan suamnya telah menyebabkan kepalanya bocor.

"Sebagai unsur P2TP2A kami akan melakukan pendampingan sampai proses hukum yang ditempuh SS usai," ujarnya.

Menurutnya, laporan dimaksud telah ditindaklanjuti Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Nunukan. "Penganiayaan ini termasuk ekstrim kalau lihat bukti foto. Cuma nanti kami juga akan melihat hasil visum dan proses Polisi seperti apa?" ujarnya.

Sesuai prosedur, kata dia, Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak melakukan pendampingan juga pelayanan dengan menjaga kerahasiaan.

"Setelah aduan masuk, maka itu akan ditampung untuk verifikasi. Lalu akan dilakukan rehabilitasi medis, therapy psikologis barulah melangkah ke arah pendampingan hukum," ujarnya. (*)

Penulis: Niko Ruru
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help