TribunKaltim/

‎Sidang Pemerasan di TPK Palaran, Hakim Cecar Bendahara Koperasi PDIB

Joko kembali mempertanyakan, seperti yang diketahui keterangan saksi sebelumnya, bahwa ada pendapatan dibagi tiga?

‎Sidang Pemerasan di TPK Palaran, Hakim Cecar Bendahara Koperasi PDIB
TRIBUN KALTIM/BUDHI HARTONO
Suasana sidang lanjutan dugaan pemerasan dan tindak pidana pencucian uang Terminal Peti Kemas Palaran, Samarinda, di Pengadilan Negeri Samarinda, Jalan M Yamin, Selasa (12/9/2017). Sidang menghadirkan 14 saksi mulai dari supir hingga Kepala Dinas Perhubungan dan mantan Kadispenda Samarinda 

Laporan Wartawan TribunKaltim.co,  Budhi Hartono

TRIBUNKALTIM.CO  - Majelis hakim Pengadilan Negeri Samarinda, AF Joko Sutrisno yang didampingi Burhanuddin dan Henry Dunant Manuhua mencecar saksi  Laily (Bendahara) dan Ida Ismaya (Ketua Koperasi Serba Usaha Pemuda Demokrat Indonesia Bersatu/PDIB tahun 2016).

Keduanya dicecar terkait pendapatan dari retribusi parkir dan pembagian 40-60 persen dari pengelolaan lahan parkir di Pelabuhan Terminal Peti Kemas, Palaran Samarinda.

Baca: Waduh, Zaskia Gotik Terekam Kamera Tengah Berbadan Dua

Sidang lanjutan pemeriksaan terdakwa Hery Susanto alias Abun dan terdakwa Noer Asriansyah alias Elly diduga melakukan dugaan pemerasan dan pencucian uang dari pengelolaan lahan parkir.

‎Joko mempertanyakan kepada saksi Laily, terkait uang hasil pendapatan dari pengelolaan lahan parkir.

"Berapa uang yang dihasilkan dari pengelolaan parkir," tanya Joko kepada saksi dalam sidang pemeriksaan saksi di Pengadilan Negeri Samarinda, Jalan M Yamin, Selasa (12/9/2017).

Baca: Polisi Dalami Hubungan Penghina Iriana Jokowi dengan HTI

Laily yang mengenakan baju gamis dilengkapi jilbab warna abu-abu mengatakan, total uang yang ada Rp 1,1 miliar.

"Sejak jaman Bu Ida (Ketua Koperasi PDIB) Rp 1,2 miliar dari retribusi saja," jawab Laily, yang duduk disebelah Yohanes Kulleh (Dosen Universitas Mulawarman Samarinda).

‎Joko kembali mempertanyakan, seperti yang diketahui keterangan saksi sebelumnya, bahwa ada pendapatan dibagi tiga?

Baca: Mantan Bom Seks Indonesia itu Kini Jadi Istri Menteri Malaysia

Laily menjawab bahwa pendapatan itu dibagi menjadi 40 persen untuk koperasi dan 60 untuk pemilik lahan. "Itu sejak Januari 2016," jawabnya.

Untuk pembagian pendapatan lainnya, lanjut dia, untuk membayar pajak tahunan dan pajak retribusi. Laily mengungkapkan, bahwa ‎untuk membayar pajak tahunan sebesar Rp 12 juta ke Pemkot Samarinda. (*)

Penulis: Budhi Hartono
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help