TribunKaltim/

Edisi Cetak Tribun Kaltim

Aplikasi Taksi Online akan Diblokir, Ini yang Akan Dilakukan Dishub Kaltim

Kemudahan teknologi dalam hal transportasi online melalui aplikasi taksi online, seperti Go Car, Uber, dan Grab.

Aplikasi Taksi Online akan Diblokir, Ini yang Akan Dilakukan Dishub Kaltim
TRIBUN KALTIM/FACHMI RACHMAN
Ilustrasi - Aplikasi taksi online 

"Nanti akan kami lihat. Kita tunggu dahulu hasil dari surat yang akan dibuat pemerintah," ujarnya.

Lebih lanjut Kadishub Kaltim Salman Lumoinding saat dikonfirmasi menyatakan, pengiriman surat permohonan bloikir aplikasi online tersebut akan dilakukan secepatnya, agar kondisi bisa kondusif antara kedua belah pihak. "Kami akan coba secepatnya," ujarnya.

Adanya niatan pemerintah untuk menutup peluang taksi online hingga adanya peraturan baru pada 1 November mendatang, juga ikut dokomentari beberapa warga pengguna taksi online.

Salah satunya Dhevi Tri Setiawan, karyawan swasta di Samarinda.

"Susah juga. Bagi mereka yang sudah terbiasa dengan teknologi, aplikasi angkutan online sangat membantu. Apalagi untuk ojek online, yang hampir sering saya lakukan untuk memesan makanan. Ini jadi serba salah. Kalau tak diblokir, nanti dikira pemerintah tak jalani aturan. Tetapi jika diblokir, masyarakat bisa menilai jika pemerintah tak pro akan kemajuan teknologi. Jadi apapun yang diambil, semuanya berisiko. Kalau saya pilih tetap ada saja, jangan sampai diblokir," ucapnya.

Pun demikian dengan Fiyati Utami, pemilik usaha online shop di Samarinda.

Ilustrasi.
Ilustrasi. ()

"Sekarang semuanya serba online. Apalagi untuk usia kelahiran 1990‑2000an. Belajar saja bisa online. Beli barang bisa online. Apalagi kalau cuma transportasi. Saya ikuti pemerintah saja. Yang penting, jangan ribut," ucapnya.

Dia berharap tidak sampai adu fisik antara online dan angkot.

Apalagi jika sampai mogok, yang susah ya warga juga.

Kalau mogok juga kan berarti sopir angkot tak dapatkan uang.

Kalau bisa ada pertemuan antara keduanya yang diinisiasi pemerintah, antara penyedia jasa online dan supir angkot.

Biarkan mereka duduk satu meja dan saling membahas yang terbaik," tandasnya. (*)

Penulis: Anjas Pratama
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help