TribunKaltim/

Kapolres Tolak Demo Taksi Online di Balikpapan, Hal Ini yang Diwaspadai Polisi

Rencana aksi unjuk rasa menuntut penghapusan jasa angkutan online di Balikpapan ditolak.

Kapolres Tolak Demo Taksi Online di Balikpapan, Hal Ini yang Diwaspadai Polisi
istimewa
Ilustrasi taksi online 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Rencana aksi unjuk rasa menuntut penghapusan jasa angkutan online di Balikpapan ditolak.

Hal itu disampaikan Kapolres Balikpapan AKBP Jeffri Dian Juniarta, Selasa (12/9/2017).

Jeffri membenarkan adanya pemberitahuan demo yang berkenaan dengan penolakan jasa angkutan online, oleh sejumlah supir angkot, taksi argo, dan ojek pangkalan.

"Hari ini kita tolak, karena itu dari samarinda. Kalau bisa ya di samarinda saja," katanya.

Lagipula, para pemangku keputusan ada di Ibu Kota, Samarinda, bukan di Balikpapan.

"Kami tidak ingin Balikpapan jadi tidak aman dan nyaman. Terjadi tindak pidana penganiayaan antara yang online dan tidak online," ujarnya.

"Kita sarankan ditunda. Syukur-syukur tak jadi di sini (Balikpapan). Di Samarinda saja," sambungnya.

Seperti yang diketahui, Mahkamah Agung membatalkan pasal-pasal di Peraturan Menteri Menteri Perhubungan (PM) Nomor 26 Tahun 2017 tentang  Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam Trayek. 

Aturan itu banyak mengatur soal keberadaan taksi online, termasuk menetapkan batas atas dan batas bawah tarif. Penghapusan aturan itu menyebabkan konsekuensi hukum, yakni taksi online kembali berstatus ilegal. 

Halaman
123
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help