TribunKaltim/

Ngeri, Puluhan Anak Ini Bertingkah Seperti Zombie Akibat Konsumsi Flakka. Seberapa Besar Bahayanya?

Bahkan satu korban yang masih duduk di bangku kelas 6 Sekolah Dasar (SD) dilaporkan meninggal dunia

Ngeri, Puluhan Anak Ini Bertingkah Seperti Zombie Akibat Konsumsi Flakka. Seberapa Besar Bahayanya?
Salah satu anak di Kendari yang perilakunya aneh setelah konsumsi obat yang diduga flakka, narkotika jenis baru. Begitu kuatnya halusinasi akibat pengaruh narkoba itu, penderitanya sampai menjadi kanibal, mirip zombie. Peristiwa ini bikin heboh para netizen. 

TRIBUNKALTIM.CO - Puluhan remaja dari tingkat SD, SMP, dan SMA dilarikan ke beberapa rumah sakit di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (13/9/2017) setelah mengkonsumsi obat terlarang yang diduga mirip flakka.

Bahkan satu korban yang masih duduk di bangku kelas 6 Sekolah Dasar (SD) dilaporkan meninggal dunia. Demikian dilkutip dari Intisari-Grid.id, Kamis (14/9/2017)

“Kami masih selidiki dulu. Untuk sementara ada 30 orang yang dirawat dan tersebar di beberapa rumah sakit,” kata Murniati, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kendari dikutip dari Kompas.com.

Murniati menambahkan bahwa kasus penyalahgunaan obat yang terjadi di Kendari ini bisa masuk ketagori Kejadian Luar Biasa (KLB).

Namun sebelum membahas lebih lanjut, tahukah Anda apa itu flakka?

Dilansir dari CNN.com, di beberapa negara, flakka disebut juga “gravel” atau “kerikil” karena bentuknya seperti potongan kristal putihnya.

Obat satu ini mirip dengan kokain. Tapi ia masuk sekelompok obat yang dilarang sejak 2012. Sebab berpotensi menjadi jauh lebih berbahaya daripada kokain.

“Sangat sulit untuk mengendalikan dosis yang tepat dari flakka,” kata Jim Hall, seorang ahli epidemiologi penyalahgunaan narkoba di Nova Southeastern University di Fort Lauderdale, Florida.

“Hanya sedikit perbedaan yang bisa menjadi pembeda antara semakin tinggi dan sudah sekarat.”

Apalagi harga flakka jauh lebih murah daripada kokain. Sekitar 3 sampai 5 US Dollar (Rp39.714 sampai 66.190).

Halaman
1234
Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help