TribunKaltim/

Kinerja Demokrasi Bumi Etam Menurun, Ini Penyebabnya

indeks aspek kebebasan sipil yang sejak awal pengukuran 2009 di Kaltim sudah mencapai kategori baik, kini turun menjadi sedang.

Kinerja Demokrasi Bumi Etam Menurun, Ini Penyebabnya
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Rafan A Dwinanto

TRIBUNKALTIM.Co, SAMARINDA - Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Kaltim yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), mengalami penurunan 7,6 point, dari 81,24, menjadi 73,64.

Penurunan ini membuat kinerja demokrasi di di Bumi Etam turun kasta. Dari kategori baik, menjadi sedang. 

Kepala BPS Kaltim, M Habibullah mengatakan, terdapat 8 variabel yang mengalami penurunan.

Tiga diantaranya mengalami penurunan yang signifikan, mencapai dua digit. 

"Penurunan terbesar terjadi pada indeks variabel kebebasan berkumpul dan berserikat, kebebasan berkeyakinan, dan peran partai politik. Variabel kebebasan berkumpul dan berserikat turun dari kategori baik menjadi buruk masing-masing dari 93,07 pada 2015 menjadi 7,03 pada 2016," ujar M Habibullah, Kamis (14/9/2017).

Variabel yang juga turun secara signifikan adalah variabel peran partai politik dan kebebasan berkeyakinan yang masing-masing 12,00 dan 11,39 poin dibanding 2015.

Berdasarkan data BPS, seluruh aspek Indeks demokrasi di Kaltim mengalami penurunan.

Aspek kebebasan sipil, lembaga demokrasi dan hak-hak politik mengalami penurunan masing-masing 14,82 poin, 3,63 poin dan 4,39 poin.

"Ini yang membuat IDI Kaltim mengalami penurunan," ungkap Habibullah.

Pengumpulan data IDI terdiri dari 4 sumber data yaitu review surat kabar, review data perda dan pergub, focus group discussion, dan wawancara mendalam.

"Angka IDI 2016 merupakan indeks komposit yang disusun dari tiga nilai aspek yakni aspek kebebasan sipil, aspek hak-hak politik dan aspek lembaga demokrasi. Untuk capaian 2016 nilai indeks aspek-aspek tersebut sebesar 78,25, 78,35 dan 60,36," ujar  Habibullah. 

Jika dibagi menurut kategori baik, sedang, dan buruk, indeks aspek kebebasan sipil yang sejak awal pengukuran 2009 di Kaltim sudah mencapai kategori baik, kini turun menjadi sedang.

"Sementara pada aspek hak-hak politik sejak 2009 hingga 2013 stabil pada kategori buruk. Perubahan signifikan terjadi di tahun 2014 dan 2015, aspek ini menembus kategori baik. Namun, di 2016, kembali menurun ke kategori sedang," kata Habibullah.

Sementara itu, aspek lembaga demokrasi sejak tahun 2009-2012 merupakan aspek yang secara kategori stabil pada kategori sedang. Namun, di tahun 2013, sempat terjadi penurunan signifikan menembus kategori buruk. Dan di tahun 2014-2016, aspek ini meningkat kembali ke kategori sedang. (*)

Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help