TribunKaltim/

Astaga, Video Panas Gay Anak-anak dijual Lewat Medsos

Temuan itu terungkap saat penyelidikan kasus penjualan video dan foto porno gay anak-anak di media sosial.

Astaga, Video Panas Gay Anak-anak dijual Lewat Medsos
WARTA KOTA/MOHAMAD YUSUF
Satgas Khusus Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menangkap tiga penjual video porno gay anak-anak. 

TRIBUNKALTIM.CO - Satuan Tugas (Satgas) Khusus Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya (PMJ), menemukan sebanyak 750.000 gambar dan video porno gay (sesama jenis laki-laki) anak-anak.

Temuan itu terungkap saat penyelidikan kasus penjualan video dan foto porno gay anak-anak di media sosial.

Baca: Terungkap, Kebakaran di Pesantren Darul Quran Ternyata Disengaja

"Kami amankan 750.000 gambar dan video porno gay anak-anak dari para tersangka. Tapi kami belum klasifikasikan," kata Kombes Pol Adi Deriyan, Direktur Reskrimsus PMJ, di Mapolda Metro Jaya, Kebayoranbaru, Jakarta Selatan, Minggu (17/9/2017).

Foto dan video tersebut menggambarkan adegan pornografi gay antara orang dewasa pria dengan anak laki-laki.

Namun, ia belum klasifikasikan foto dan video itu sesuai dengan adegan-adegan.

Baca: Sebelum jadi Menantu Sunan Kalijaga, Taqy Malik Diprotes Netizen Gara-Gara Tulis Hal Janggal Ini

"Foto dan video tersebut sudah ditransaksikan. Jumlahnya lebih banyak video. Mereka jual Rp 50.000 hingga Rp 100.000 untuk 30 sampai 50 gambar atau video," jelasnya.

Baca: Waduh, Pria Ini Simpan Buaya di Kolam Rumahnya, Alasannya Bikin Geleng-geleng Kepala

 Para pelaku menjualnya melalui akun Twitter. Yaitu @VGKSale (Video Gay Kids), @FreeVGk69, @NoerHermawan2, @febrifebri745, lalu sebuah blog difreevgk.blogspot.co.id.

"Mereka mengiklankannya di akun-akun milik mereka tersebut. Dimana followers-nya mencapai ratusan ribu.," katanya.

Baca: Terungkap, Inilah Magnet yang Bikin Ayah Laudya Cynthia Bella Jatuh Hati pada Engku Emran

Pembeli bisa membayarnya ke rekening pelaku atau dengan cara membelikannya pulsa.

Setelah pembeli membayarnya, maka foto dam video akan dikirimkannya melalui aplikasi percakapan, Telegram.

"Kami telah amankan tiga pelaku tersebut, yaitu Yul (19) di Purworejo, Her (30) di Garut, dan Ik (21) di Bogor," katanya.

Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help