TribunKaltim/

PAWANG BUAYA DITERKAM BUAYA-Dagangan PKL Laris Manis di Lokasi Pencarian Korban

Mulai dari pedagang minuman dingim, jagung, kacang, pentol bakar hingga bakso, tersedia di depan pintu masuk lokasi kejadian.

PAWANG BUAYA DITERKAM BUAYA-Dagangan PKL Laris Manis di Lokasi Pencarian Korban
TribunKaltim/Christoper Desmawangga
Pedagang kaki lima berjulan disekitar lokasi terkaman buaya terhadap dua warga sekitar, Minggu (17/9/2017). 

Laporan wartawan tribunkaltim.co, Christoper D

TRIBUNKALTIM.CO, MUARA JAWA - Musibah diterkamnya menusia oleh buaya di jalan Ir Soekarno, RT 17, Muara Jawa, Kutai Kartanegara, tepatnya di sungai TB, depan Jety BRE, yang mengakibatkan dua warga menjadi korban, ternyata menjadi berkah tersendiri bagi pedagang.

Pedagang di kawasan Muara Jawa ini memang jeli melihat peluang. Pasalnya, musibah itu ternyata menarik perhatian warga sekitar untuk datang ke lokasi kejadian, yang juga menarik perhatian pedagang untuk berjualan.

Baca: Begini Keseruan Presiden Jokowi Bersama Jan Ethes yang Bikin Netizen Gemas

Mulai dari pedagang minuman dingim, jagung, kacang, pentol bakar hingga bakso, tersedia di depan pintu masuk lokasi kejadian.

Kendati dagangan cukup laku, namun para pedagang tidak menaikan harga daganganya. Harga dagangan dijual seperti harga berjualan di luar lokasi kejadian terkaman buaya.

Baca: Perutnya Ditendang Suami saat Lagi Hamil, Begini Nasib Bayi dalam Kandungan Wanita ini, Bikin Sedih

Tak sedikit pedagang yang daganganya telah habis, sebelum sore tiba. "Alhamdullilah, dagangan habis," ucap Nur Huda (32), yang menjual minuman dingin, Minggu (17/9/2017).

Dia mengaku telah berjualan di depan pintu lokasi kejadian, sejak hari pertama (15/9) kejadian. Selain berjualan, dirinya juga memantau perkembangan pencarian tubuh korban.

Baca: PAWANG BUAYA DITERKAM BUAYA-Ternyata ini Penyebab Buaya Terkam 2 Orang Dalam Waktu Berdekatan

"Sambil cari informasi juga, karena penasaran juga saya," ungkapnya. (*)

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help