TribunKaltim/

Sering Kemalingan, Warga Panik sampai Salah Tangkap

Warga mengira, Irwan adalah pencuri yang selama dua pekan ini membuat masyarakat Berau jadi tidak tenang meninggalkan rumah.

Sering Kemalingan, Warga Panik sampai Salah Tangkap
Kompas.com
Ilustrasi Pencurian Mobil 

> Kasus Pembobolan Rumah Makin Marak

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Irwansyah terduduk di lantai, tepat di depan ruang Jatanras, Polres Berau. Kaos hitam dan celana jeans berwarna biru terlihat basah dan aromanya pun tak sedap.

Tangan kanan Irwansyah banyak bekas goresan berwarna merah, tapi tak sampai mengeluarkan darah. Maklum, Irwan baru saja terjebur ke dalam parit saat warga di Jalan Haji Isa III, Kecamatan Tanjung Redeb mengejarnya.

Warga mengira, Irwan adalah pencuri yang selama dua pekan ini membuat masyarakat Berau jadi tidak tenang meninggalkan rumah. Selama dua pekan terakhir, sudah ada lebih dari 10 kasus pembobolan rumah yang dilaporkan ke Polres Berau.

Jumlah itu belum termasuk korban yang memilih tidak melapor ke kepolisian, karena menganggap kerugian yang dialami tidak terlalu besar. Namun mayoritas korbannya kehilangan barang bernilai tinggi, seperti perhiasan emas, barang elektronik dan juga uang tunai.

Irwan hanyalah korban kepanikan warga dengan maraknya kasus pencurian rumah. Kejadian yang membuat Irwan merasa malu ini berawal saat dirinya datang ke sebuah warung.

“Saya mau beli telur tiga butir, saya panggil-panggil yang punya warung tidak keluar. Waktu saya mau pergi meninggalkan warung, yang punya warung keluar dan meneriaki saya maling,” ungkapnya kepada wartawan Tribun, Senin (25/9).

Karena panik diteriaki pencuri, Irwan pun melarikan diri, karena takut dihakimi warga yang langsung mengejarnya tanpa bertanya lebih dahulu.

“Saya tidak terima dibilang maling. Kalau orangtua saya tahu, mereka pasti marah, setelah ini (diperiksa di Polres) saya akan datangi pemilik warung, saya mau tanya, kenapa saya diteriaki maling,” kata remaja yang bekerja sebagai sopir angkut ikan ini.

Irwan merasa keberatan dan malu, lantaran dituding sebagai pencuri dan berencana meminta pertanggungjawaban pemilik warung. Sementara, pemilik warung juga sempat dimintai keterangan oleh aparat kepolisian, juga tidak dapat menyebutkan, barang apa saja yang hilang.

“Kami sudah meminta keterangan kepada pemilik warung, dan masih memeriksa barang apa saja yang hilang,” kata Kasatreskrim Polres Berau, AKP Damus Asa. Pihaknya mengakui, akhir-akhir ini kasus pencurian semakin marak.

Dari 10 kasus yang dilaporkan ke Polres Berau, polisi mendapati modus yang berkaitan. “Kejadian terjadi antara pukul 9.00 wita sampai pukul 12.00 wita, semua korbannya adalah pemilik rumah yang sedang bekerja,” ungkap Damus.

Damus meminta, masyarakat tidak panik serta tidak melakukan aksi main hakim sendiri. Dirinya mengimbau, agar masyarakat segera melapor saat melihat orang yang mencurigakan dan jika menangkap orang yang diduga sebagai pelaku pencurian, untuk segera menyerahkan ke pos polisi terdekat.

“Rasa panik pasti dialami warga, tapi jangan sampai main hakim sendiri, belum tentu yang ditangkap itu pelaku pencurian. Bisa saja salah paham, jadi biarkan polisi yang menangani,” tandasnya. (*)

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help