TribunKaltim/

Edisi Cetak Tribun Kaltim

Asisten Dosen Ini Ketar-ketir, Terpaksa Cek Lab saat Hujan Turun

Diketahuinya banjir untuk beberapa lab di Farmasi tersebut, karena Faqur sendiri merupakan salah satu Asisten Dosen di kampusnya.

Asisten Dosen Ini Ketar-ketir, Terpaksa Cek Lab saat Hujan Turun
TRIBUN KALTIM/ANJAS PRATAMA
Lab Farmasi Universitas Mulawarman 

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Anjas Pratama

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Usul segera diselesaikan pembangunan gedung‑gedung mangkrak di komplek kampus Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda juga datang dari beberapa mahasiswa ditemui Tribun Kaltim.

Salah satunya Faqur, mahasiswa semester VII, Fakultas Farmasi Unmul.

"Gedung yang mangkrak di fakultas kami itu rencananya untuk laboratorium. Kalau ditanya apa yang memberatkan, itu pasti terkait hubungannya dengan UKT (Uang Kuliah Tunggal) yang sebisa mungkin mestinya memberikan fasilitas yang sesuai juga. Untuk UKT di Farmasi, itu antara Rp 5‑ 12 juta. Sementara, beberapa lab kami ada yang sering banjir, sementara lab yang baru belum jadi," ujarnya.

Diketahuinya banjir untuk beberapa lab di Farmasi tersebut, karena Faqur sendiri merupakan salah satu Asisten Dosen di kampusnya.

"Terkadang, karena masih harus menggunakan lab yang lama, kalau hujan malam hari, saya harus cek ke lab. Ini karena alat‑alat lab rentan rusak jika terkena air banjir. Saya jadi ketar‑ketir kalau malam hujan," ujarnya.

Baca: Pupus Harapan Dapat APBN, Unmul Berharap Minta Sumbangan Alumni

Baca: Sulit Cari Dana Rp 300 Miliar, Unmul Ajak Menteri Lihat Gedung Mangkrak

Baca: Dipotong Sri Mulyani Anggaran Rp 8 Miliar untuk Unmul Langsung Hangus

Diperlukannya lab baru sesegera mungkin juga disebutnya berbanding dengan penerimaan mahasiswa baru di Farmasi yang mencapai 300 orang tahun ini.

"Tahun ini ada 300 mahasiswa baru yang masuk. Kalau bisa lab segera diselesaikan. Tak hanya gedung, kami juga berharap alat lab juga diperbaharui. Sekarang, sudah banyak lab yang fungsinya mulai diperkecil, misalnya dahulu hanya lab biologi, sekarang ada lab untuk mikrologi sel, dan yang lain. Jadi, kebutuhan lab baru juga diperlukan," ucap Faqur.

Tak hanya itu, hanya bergantung pada lab yang sudah ada, sementara lab baru yang belum selesai, juga membuat beberapa mahasiswa harus berkorban waktu dalam mempelajari sesuatu di lab.

"Misalnya, karena lab harus bergantian, terkadang kami belajar di lab hari Sabtu, ketika libur. Ada pula pembagian, misalnya semestinya pembelajaran di lab itu seminggu bisa 5 kali menjadi hanya 3 kali karena lab harus dipakai bergantian," katanya.

Hal yang sama juga diakui Miftah, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat yang berdampingan dengan Fakultas Hukum.

"Gedung Kesmas itu sudah hampir jadi. Tetapi ada satu gedung di sebelah fakultas kami yang masih mangkrak. Gedung di Fakultas Hukum itu mangkrak, dan jadi kantin. Pernah ditutup kantinnya karena jadi tempat tinggal beberapa tukang, tetapi kemudian dibuka kembali," ujarnya. (*)

Penulis: Anjas Pratama
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help