TribunKaltim/

Tercyduk, 15 Pasangan Mesum Indehoy dalam Kamar Kos-kosan

Dari kegiatan ini, polisi dan Satpol PP berhasil mengamankan 15 orang yang kedapatan sedang berduaan di dalam kamar dengan lawan jenis, dan semuanya b

Tercyduk, 15 Pasangan Mesum Indehoy dalam Kamar Kos-kosan
TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN
RAZIA KOS-KOSAN -Belasan warga diamankan dari sejumlah rumah kost, diantaranya bahkan tidak mengantongi identitas. 

> Antisipasi Komplotan Pencuri Rumah Kosong
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Maraknya kasus pencurian rumah kosong yang terjadi dalam dua pekan terakhir, menjadi perhatian aparat kepolisian.

Kapolres Berau, AKBP Andy Ervyn mengimbau masyarakat untuk kembali menggiatkan pengamanan lingkungan, mewaspadai orang asing tanpa harus bertindak berlebihan.

Andy Ervyn juga meminta agar masyarakat, mulai dari tingkat kecamatan hingga tingkat RT untuk aktif mendata warganya masing-masing. Terutama yang menyewa atau menempati rumah kost milik warganya.

“Mendata sampai ke tingkat RT mulai mendata warga yang ngekost, mengontrak atau menyewa rumah,” tegasnya.

Pasalnya, pelaku pencurian 25 rumah kosong dalam dua pekan, diketahui merupakan komplotan dari luar daerah yang tinggal sementara di Kabupaten Berau. Baru dua orang dari lima pelaku pencurian rumah kosong yang berhasil diamankan. Mereka berada di Kabupaten Berau hanya tujuh bulan, namun sudah memiliki target rumah yang hendak dibobol.

Menindaklanjuti imbauan tersebut, aparat kepolisian bersama Satpol PP Berau menggelar razia yustisi dengan mendatangi sejumlah rumah kost.

Setidaknya ada delapan lokasi yang didatangi oleh Satpol PP diantaranya di sekitar Pelabuhan Tanjung Redeb, Jalan Danau Toba dan Jalan Durian.

Dari kegiatan ini, polisi dan Satpol PP berhasil mengamankan 15 orang yang kedapatan sedang berduaan di dalam kamar dengan lawan jenis, dan semuanya belum resmi menikah.

Wijo Sunarko, Kepala Seksi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Berau mengatakan, belasan orang tersebut telah melanggar Perda Nomor 13 Tahun 2015 dan Perda Nomor 2 Tahun 2007 tentang ketertiban umum dan praktik prostitusi.

“Kami bersama aparat kepolisian mendatangi tempat-tempat kost yanng dicurigai. Kami temukan ada pasangan bukan suami-istri berduaan di dalam kamar dan satu orang lagi tanpa identitas,” ungkapnya, Rabu (27/9).

Karena tidak menemukan pelanggaran yang berarti, belasan orang tersebut hanya diberi pembinaan oleh petugas Satpol PP. “Untuk sementara kami data dan kami bina, agar tidak mengulangi perbuatannya,” tegasnya.

Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat, terutama yang memiliki usaha kost-kostan dan juga penyewaan rumah agar lebih teliti terhadap penghuninya. Minimal pemilik rumah meminta salinan kartu identitas. (*)

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help