TribunKaltim/

Delapan Hal Tak Boleh Dilakukan

Perempuan Arab Saudi Dilarang Memiliki Rekening Bank Sendiri

Pembatasan sosial mengikat perempuan Arab Saudi, satu-satunya negara mengekang perempuan dalam mengemudi kini memang mulai dilonggarkan.

Perempuan Arab Saudi Dilarang Memiliki Rekening Bank Sendiri
(Reuters via The Independent)
Beberapa perempuan Arab Saudi hendak mengikuti pawai ulang tahun ke-87 Hari Nasional di Riyadh, 23 September 2017. 

TRIBUNKALTIM.CO - KITA baru saja membaca berita tentang pencabutan larangan mengemudi bagi perempuan Arab Saudi, yang rencananya baru akan diterapkan resmi pada 2018.

Pembatasan sosial yang mengikat perempuan Arab Saudi, satu-satunya negara yang mengekang perempuan dalam mengemudi, kini memang mulai dilonggarkan.

Berita bahwa Raja Salman telah mengeluarkan sebuah dekrit kerajaan yang akhirnya memberi keleluasaan bagi perempuan Arab Saudi untuk mengemudi tetap disambut baik baik.

Namun, meskipun Raja Salman menjanjikan banyak reformasi atas pembatasan sosial itu, ketidakpercayaan tetap ada di kalangan aktivis kerajaan ultrakonservatif tersebut, seperti dilaporkan The Independent, Rabu (27/9/2017).

"Kita berbicara tentang mengemudi, seolah-olah itu adalah hal yang paling penting - ini penting bagi gerakan perempuan ... tapi ada beberapa batasan hukum [yang juga merupakan masalah mendesak]," kata Madawi al-Rasheed, profesor antropologi sosial Arab Saudi di London School of Economics kepada Todayprogramme, Radio 4 BBC, Rabu (27/9/2017).

Raja Salman dan putra mahkota Mohammed bin Salman telah menerapkan "Vision 2030", sebuah cetak biru jangka panjang mengenai reformasi ekonomi dan sosial yang dirancang untuk memodernisasi Arab Saudi dan mengabaikan ketergantungan pada pendapatan minyak.

Meskipun telah ada beberapa reformasi untuk kaum perempuan, sejauh ini ada setidaknya delapan keputusan penting yang tidak dapat dilakukan oleh perempuan  Arab Saudi.

1.Pernikahan

Izin untuk menikah harus diberikan oleh wali – dalam hal ini pemerintah provinsi – atau orangtua serta penjamin.

Perempuan yang ingin menikahi orang asing harus mendapatkan persetujuan dari kementerian dalam negeri. Pernikahan dengan pria non-Muslim sangat sulit untuk diwujudkan.

Halaman
123
Editor: Maturidi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help