TribunKaltim/

Polisi Periksa Dua Orang Pekerja Apotek

Ketentuannya, yang boleh melayani resep itu harusnya tenaga ahli farmasi, tapi saat kita coba mengambil obat menggunakan resep

Polisi Periksa Dua Orang Pekerja Apotek
TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN
PERTEMUAN - Satreskoba akan menggelar pertemuan dengan pengelola apotek agar mempekerjakan tenaga ahli farmasi untuk melayani resep obat-obatan. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba), Polres Berau tengah melakukan penyidikan terhadap dua pekerja apotek yang bukan tenaga ahli farmasi.

Keduanya dianggap telah melanggar undang-undang kesehatan, khususnya kefarmasian.
Dua orang tersebut diketahui berinisial Yn dan Al, yang sudah bekerja selama 1 tahun di salah satu apotek yang ada di Tanjung Redeb.

Kapolres Berau AKBP Andy Ervyn melalui Kasat Reskoba, AKP Tatok Tri Haryanto mengatakan, jika pihaknya sudah melakukan penyidikan terhadap dua orang yang diketahui melayani pengambilan obat menggunakan resep dokter.

"Ketentuannya, yang boleh melayani resep itu harusnya tenaga ahli farmasi, tapi saat kita coba mengambil obat menggunakan resep, tapi kenyataannya yang melayani hanya orang tamatan SMA," ujarnya kepada para wartawan.

Pelanggaran ini dinilai cukup serius, lantaran bisa membahayakan kesehatan. "Jangan sampai, ada pasien yang justru semakin sakit karena salah membaca resep, salah memberikan obat. Karena itu harus ada petugas atau tenaga ahli khusus untuk melayani resep," tegasnya. Selain itu, resep yang diberikan dokter, bisa jadi merupakan obat keras yang masuk dalam daftar G.

Hingga saat ini, pihaknya masih mengembangkan dan melakukan pemeriksaan terhadap dua orang tersebut. "Yang satu ini pendidikan terakhir SMA, sedangkan yang satunya itu istri dari apotekernya dan bukan tenaga ahli farmasi juga. Mungkin untuk menekan biaya operasional," ungkapnya.

Kedua pelaku juga terancam pasal 198 Undang-Undang Nomor 36/2009 tentang Kesehatan, dengan ancaman denda Rp100 juta terhadap pelaku. Namun jika pelaku tidak bisa membayar denda, maka akan dijatuhi hukuman penjara.

"Kami juga imbau kepada apotek-apotek yang lain agar bekerja sesuai prosedur. Jangan sampai hal seperti ini berdampak kepada masyarakat luas jika terjadi kesalahan yang dilakukan oleh tenaga yang bukan ahli farmasi," tandasnya.

Dalam waktu dekat ini, Satreskoba akan menggelar pertemuan dengan pengelola apotek dan juga apoteker, menyampaikan imbauan, agar kasus seperti ini tidak terulang lagi. (*)

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help