TribunKaltim/

Gorong Gorong Terlalu Tinggi

Sudah Tercatat 24 Kali Lakalantas di Km 14 Lawelawe

Sudah tercatat 24 kali kecelakaan di jalur Km 12-14 Lawelawe kecamatan Penajam, PPU. Sekda PPU, Tohar menyebutkan akibat box culveret terlalu tinggi.

Sudah Tercatat 24 Kali Lakalantas di Km 14 Lawelawe
samir paturussi/ tribun kaltim
Kecelakaan lalu lintas di sepanjang jalur Lawelawe, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara semakin tinggi, sampai saat ini sudah tercatata 24 kali persitiwa. 

PENAJAM,TRIBUN- Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui Dinas Pekerjaan Umum, telah menyampaikan persoalan gorong-gorong atau box culvert yang selesai dibangun PT Chevron Indonesia Company dan Pertamina di kilometer 14 Kelurahan Lawe-lawe, Kecamatan Penajam.

Karena sejak selesai 11 September sampai 28 September telah tercatat 24 kali kecelakaan lalulintas (Lakalantas) baik sepeda motor maupun mobil dan truk.

Sekretaris Daerah PPU, Tohar, Jumat (29/9) menjelaskan, gorong-gorong yang telah dibangun Chevron dan Pertamina ini terlalu tinggi sehingga oprit sangat ekstrem.

Kecelakaan lalu lintas di sepanjang jalur Lawelawe, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara semakin tinggi, sampai saat ini sudah tercatata 24 kali persitiwa.
Kecelakaan lalu lintas di sepanjang jalur Lawelawe, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara semakin tinggi, sampai saat ini sudah tercatata 24 kali persitiwa. (samir paturussi/ tribun kaltim)

Akibat terlalu tinggi ini sehingga banyak pengendara yang mengalami kecelakaan, apalagi kondisi jalan tersebut lurus.

Ia mengatakan, persoalan ini telah disampaikan kepada PT Chevron dan Pertamina untuk menangani atau memperbaiki kembali gorong-gorong yang telah mereka bangun.

Baca: 68 Orang Mendaftar sebagai Panwascam, Panwas PPU Minta Tanggapan Masyarakat

Baca: Dua Tahun tak Ada Anggaran Pendampingan, Sertifikat ISO Disdukcapil PPU Dicabut

Namun menurut mereka pekerjaan tersebut telah selesai, apalagi desain sudah mendapat persetujuan Kementerian PU dan Perumahan melalui  Balai Jalan dan Jembatan di Kalsel.

“Karena desain sudah disetujui sehingga Chevron dan Pertamina sudah menganggap pekerjaan tersebut sudah selesai, dan itu bagian dari akses yang lain,” katanya.

Dengan jawaban itu lanjutnya, pihaknya melalui Dinas PU telah menyampaikan persoalan ini kepada Satker Kementeruan PU dan Perumahan di Balikpapan.

Kecelakaan lain yang terjadi di KM 12 Lawelawe yang membawa korban jiwa.
Kecelakaan lain yang terjadi di KM 12 Lawelawe yang membawa korban jiwa. (helloborneo.com)
Halaman
12
Penulis: Samir
Editor: Priyo Suwarno
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help