TribunKaltim/

Mulyadi Adnan Sebut Pemuda Belum Bersatu, Ini Sebabnya

Asisten Deputi Peningkatan Wawasan Pemuda Kemenpora, Mulyadi Adnan menyebutkan, saat ini belum bersatu.

Mulyadi Adnan Sebut Pemuda Belum Bersatu, Ini Sebabnya
TRIBUN KALTIM/RAHMAD TAUFIK
Asisten Deputi Peningkatan Wawasan Nusantara Kemenpora, Mulyadi Adnan memberikan sambutan dalam kegiatan penyambutan peserta Kirab Pemuda Nusantara di halaman Kantor Bupati Kukar, Minggu (1/10/2017). 

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Rahmad Taufik

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Asisten Deputi Peningkatan Wawasan Pemuda Kemenpora, Mulyadi Adnan menyebutkan, saat ini belum bersatu.

Sehingga lewat kegiatan Kirab Pemuda Nusantara ini semangat persatuan di kalangan pemuda semakin solid.

"Hal lain yang paling penting bagaimana pemuda kita ini bersatu, saya melihat ini belum maksimal, termasuk di sini (Kukar). Selama 4 hari di sini (Tenggarong), peserta kirab bisa menggelorakan semangat persatuan pemuda melalui program kegiatan, seperti kerja bakti dan pawai budaya," ujar Mulyadi usai menyambut peserta Kirab Pemuda Nusantara di halaman Kantor Bupati Kukar, Minggu (1/10/2017).

Ia mengatakan, ada 14 macam kegiatan yang akan diikuti seluruh peserta kirab, termasuk kegiatan dialog bagaimana membangun bangsa oleh pemuda.

Baca: Ini yang Dilakukan Menteri Basuki Hadimuljono di Bulungan

Baca: 36 Peserta Kirab Pemuda Nusantara Singgah di Tenggarong

Baca: Lubang Bekas Jerawat Langsung Mulus, Ini Cara Instan Bikin Kulit Wajahmu Kinclong

Baca: Cantik Banget Gaya 2 Putri Konglomerat Pakai Kebaya, Bikin Cowok-cowok pada Meleleh!

Baca: Bukan Dewi Perssik yang Menikah di Jember Tapi . . .

"Semangat pemuda inilah yang ingin kita sampaikan melalui program ini dalam rangka memelihara persatuan dan kesatuan di mana negara kita sangat beraneka ragam sehingga kita tetap menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia yang tidak bisa ditawar lagi," tuturnya.

Melalui kegiatan Kirab Pemuda Nusantara ini, para pemuda diharapkan bisa lebih memahami makna dari kebhinekaan itu sendiri.

Ia berharap seluruh peserta kirab dalam keadaan sehat sehingga bisa menjalankan kegiatan dengan melibatkan pemuda di setiap kabupaten/kota yang disinggahi.

Peserta Kirab Pemuda Nusantara ini terseleksi dari perwakilan masing-masing provinsi.

"Kami sendiri melihat mereka kuat melaksanakan kegiatan kirab selama 72 hari (3 bulan) terhitung mulai 26 September dan berakhir 5 Desember dengan titik terakhir di Blitar. Mudah-mudahan tidak ada peserta yang sakit dan mengundurkan diri karena mereka sudah berkomitmen mengikuti seluruh kegiatan selama 72 hari," katanya. (*)

Penulis: Rahmad Taufik
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help