TribunKaltim/

Ukur Kinerja dari Minat Baca Masyarakat

ola baca masyarakat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi tetap tidak bisa menggeser peran perpustakaan

Ukur Kinerja dari Minat Baca Masyarakat
TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN
AKSES INTERNET - Bacaan digital yang bisa diakses melalui internet, belum bisa menggeser fungsi perpustakaan, terutama di wilayah perkampungan yang belum terlayani jaringan internet. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Dinas Perpustakaan Umum Daerah dan Arsip menggelar pelantikan pengurus Ikatan Pustakawan Indonesia, Asosiasi Tenaga Perpustakaan Sekolah Indonesia dan Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca di Balai Mufakat, Senin (2/10).

Ketiga organisasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan minat baca di Kabupaten Berau, yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan wawasan dan daya saing masyarakat Berau. Kepala Dinas Kantor Perpustakaan Umum Daerah dan Arsip, Wiyati mengatakan, secara umum minat baca masyarakat mengalami peningkatan, hanya saja, masyarakat cenderung beralih ke bacaan digital.

“Pola baca masyarakat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi tetap tidak bisa menggeser peran perpustakaan,” tegasnya. Apalagi, hingga saat ini tidak semua daerah terjangkau oleh jaringan internet.

Karena itu, kata Wiyati, keberadaan perpustakaan umum, sekolah, perguruan tinggi dan perpustakaan kampung merupakan sarana yang tidak tergantikan untuk pembentukan masyarakat yang cerdas. Setidaknya ada 253 perpustakaan sekolah yang tersebar di13 kecamatan di Kabupaten Berau, namun Wiyati mengakui, belum semuanya memiliki kemampuan untuk mengelola perpustakaan.

“Hanya 40 orang yang terlatih mengelola perpustakaan. Karena itu, kami bersama Asosiasi Tenaga Perpustakaan Sekolah Indonesia, akan memberikan pelatihan kepada pengeloa perpustakaan di sekolah, sehingga perpustakaan bisa berfungsi secara optimal.

Bupati Berau, Muharram dalam kesempatan itu meminta kepada pengurus Ikatan Pustakawan Indonesia, Asosiasi Tenaga Perpustakaan Sekolah Indonesia dan Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca agar menyusun program kerja yang jelas, sehingga memiliki target yang terukur.

“Kalau perlu kita lakukan penelitian dulu sebelum program kerja dijalankan, berapa jumlah minat baca masyarakat dan berapa hasil akhirnya setelah program kerja dijalankan,” ujarnya. Menurut Muharram, minat baca masyarakat Indonesia tertinggal jauh dengan Negara berkembang dan Negara maju lainnya.

“Minat baca kita memang terpuruk di dunia. Dari 137 negara, kita menduduki ranking ketiga terakhir. Keberhasilan tiga organisasi yang kita bentuk ini bisa dilihat dari kegemaran membaca buku, minimal tujuh buku dalam satu tahun,”ungkapnya.

Muharram juga berjanji akan melengkapi fasilitas perpustakaan, salah satunya dengan penyediaan perangkat dan jaringan internet, sehingga masyarakat bisa mengakses bacaan digital. “Kita harus bisa memadukan bacaan elektronik dengan buku biasa, sehingga masyarakat bisa memilih apa yang mau dibacanya,” kata Muharram. (*)

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help