TribunKaltim/

Parfum Walet Buatan Warga Kukar Ini Tembus Pasar Malaysia dan Vietnam

Terjun ke bisnis burung walet tergolong baru bagi Rolli Maulana, warga Mangkurawang, Tenggarong. Berbekal tabungan sekitar Rp 300 juta

Parfum Walet Buatan Warga Kukar Ini Tembus Pasar Malaysia dan Vietnam
TRIBUN KALTIM/RAHMAD TAUFIK
Adji Rolli Maulana memamerkan produk bikinannya, yakni pakan dan parfum walet. Ia bisa ditemui di salah satu stan Tenggarong Fair di Halaman Parkir Stadion Rondong Demang Tenggarong. 

TRIBUNKALTIM.CO - Terjun ke bisnis burung walet tergolong baru bagi Rolli Maulana, warga Mangkurawang, Tenggarong. Berbekal tabungan sekitar Rp 300 juta, ia memulai bisnis rumah walet di 2 lokasi, yakni di kawasan Gunung Menyapa Tenggarong dan Sebulu sejak tiga tahun lalu.

Produk pakan dan parfum waletnya kini menembus pasar Malaysia dan Vietnam. Ia mulai melakukan uji coba selama 2 tahun untuk meracik sendiri produk pakan dan parfum walet.

"Sebetulnya di internet sudah ada menu dan komposisi membuat pakan dan parfum walet, cuma nggak disebutkan dosis atau takarannya," kata pegawai honor di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kukar ini.

Baca: Status Tersangka Gugur di Praperadilan, Apakah Setya Novanto Masih Dapat Diperiksa KPK?

Awalnya, ia memproduksi parfum walet 40 liter dan pakan walet 20 kg. Dalam waktu 2 minggu, produknya ludes terjual. Saat ini sekali produksi parfum walet bisa mencapai 150 liter atau 30 jerigen isi 5 liter dan pakan walet sampai 50 kg. Pakan walet ini dijual Rp 150 ribu/kg. Untuk stok parfum, ia mengaku selalu tercukupi.

"Saya justru kewalahan memenuhi permintaan pakan walet," ujarnya. Maklum, ia masih memakai alat produksi rumah tangga, bukan mesin modern. Rolli memproduksi pakan dan parfum ini dalam rentang waktu 1-2 minggu sekali. Pengolahan pakan walet hanya memakan waktu 2 hari, sedangkan parfum sampai 2 minggu.

Baca: Ada KPK di Kaltim, Para Kandidat Cagub Ketar-ketir

Kedua produknya yang diberi label Rumah Produksi Walet Kutai ini baru diluncurkan 3 bulan lalu bersamaan perhelatan Erau. Sejak itu, usahanya makin berkembang. Kini ia sudah memiliki 10 reseller, tersebar di Muara Muntai, Kota Bangun, Samarinda, Kalsel, Sulawesi, bahkan hingga Malaysia dan Vietnam.

Dalam waktu dekat, reseller dari Balikpapan, Kutim dan Kubar akan ikut bergabung. Disinggung soal keuntungan dari bisnis barunya ini, Rolli mengatakan saat ini uang beredar di reseller mencapai Rp 15 juta. "Uang sudah masuk Rp 6 juta ke rekeningku," ujarnya. (*)

Penulis: Rahmad Taufik
Editor: Sumarsono
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help