TribunKaltim/

Pasar Sentral Inhutani Terbakar 53 Unit Kios dan 2 Rumah Hangus

Api yang semakin membesar membuat petugas keamanan juga melibatkan satu unit mobil AWC milik Satuan Brimob.

Pasar Sentral Inhutani Terbakar 53 Unit Kios dan 2 Rumah Hangus
HO - BPBD Kota Balikpapan
Ilustrasi: Petugas Pemadam Kebakaran berupaya memadamkan api yang membakar belasan kios di Lantai II, Pasar Sepinggan, Kota Balikpapan, Minggu (16/7/2017). 

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Kebakaran kembali terjadi di Pasar Sentral Inhutani, Kecamatan Nunukan, Selasa (3/10). Terdata ada 53 unit kios dan 2 unit rumah di RT 10 dan RT 06, hangus terbakar pada peristiwa itu.

Haji Abas, seorang pedagang beras menceritakan, kobaran api itu berasal dari kios milik Hj Ati, penjahit sekaligus penjual kain. "Diperkirakan sumber api berasal dari kompor masak jenis minyak tanah," ujarnya.

Menurutnya, api sangat cepat menyebar dan menghanguskan gudang miliknya. "Kerugian saya sekitar Rp 1 miliar," ujarnya.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Nunukan, Abdul Karim mengatakan, pihaknya telah menurunkan petugas pemadam kebakaran sejak awal kebakaran terjadi.

Namun api begitu cepat menghanguskan bangunan di sekitarnya, sehingga kobaran api yang besar sulit dikuasai. "Pukul 11.00 kami menambah 7 unit pemadam kebakaran. Saat itu kerumunan warga di sekitar TKP telah ramai," ujarnya.

Api yang semakin membesar membuat petugas keamanan juga melibatkan satu unit mobil AWC milik Satuan Brimob.

Data Pemerintah Kabupaten Nunukan, kebakaran itu menghanguskan dua unit rumah di RT 06. Selain itu kebakaran menghanguskan 53 kios di RT 10. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 5 miliar.

Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid saat meninjau tempat kejadian perkara memastikan akan merangkul instansi terkait di Kabupaten Nunukan untuk memberikan sumbangan kepada korban kebakaran.

"Saya telah meminta BPBD membantu para korban kebakaran dengan membuat posko pengungsian sementara yang bertempat di halaman terminal bus samping kantor Kelurahan Nunukan Utara," ujarnya.

Kebakaran ini sudah tiga kali terjadi di kawasan tersebut. Sebelumnya pada 2008 lalu kebakaran menghanguskan hingga 400 kios. Kebakaran juga terjadi pada 2015 silam. (*)

Penulis: Niko Ruru
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help