TribunKaltim/

Segera Berlakukan Jam Wajib Belajar Pukul 18.00-21.00

Kita bisa lihat mereka adalah orang-orang yang sehat dan juga berkreatifitas. Disaat kondisi saat ini yang rentan akan pergaulan bebas

Segera Berlakukan Jam Wajib Belajar Pukul 18.00-21.00
TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN
HARI ANAK - Bupati Berau, Muharram dalam peringatan hari Anak mengatakan, pihaknya akan segera menerbitkan Peraturan Bupati tentang jam wajib belajar, guna menekan angka kenakalan anak dan remaja yang semakin memprihatinkan. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Bupati Berau Muharram menyampaikan kekhawatiran terhadap perilaku anak yang menyimpang. Pasalnya, jika dibiarkan perilaku tersebut lama kelamaan akan mempengaruhi anak-anak yang lain terdorong untuk melakukan tindakan menyimpang bahkan cenderung mengarah pada tindakan  kriminal.

Karena itu, Muharram mengapresiasi Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) yang mengayomi forum anak.

"Kita bisa lihat mereka adalah orang-orang yang sehat dan juga berkreatifitas. Disaat kondisi saat ini yang rentan akan pergaulan bebas dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang, forum anak ini merupakan angin segar," kata Muharram.

Pemerintah kata Muharram terus berupaya meningkatkan perlindungan terhadap anak. Saat ini, Pemkab Berau tengah merancang upaya dan langkah mengurangi dampak negatif terhadap anak.

Dalam waktu dekat, kata Muharram, pihaknya akan menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) yang akan diikuti dengan peraturan daerah (perda), tentang jam wajib belajar. Regulasi ini diharapkan dapat menekan pergaulan bebas di kalangan anak-anak dan remaja yang semakin meresahkan.

Jam wajib belajar di luar waktu sekolah ini, nantinya akan dikoordinasikan bersama pihak sekolah, orangtua, serta Satpol PP.

Jam wajib belajar, kata Muharram akan diberlakukan mulai pukul 18.00 wita hingga pukul 21.00 wita. Dengan aturan tersebut, anak-anak harus didampingi oleh orangtua maupun keluarga yang telah dewasa saat berada di luar rumah.

"Saat ini tengah digodok dan diharapkan segera rampung, agar bisa secepatnya disosialisasikan ke sekolah-sekolah maupun orangtua," tandasnya.

Kenakalan remaja saat ini memang semakin memprihatinkan. Anak-anak dan remaja tidak hanya melakukan aksi kebut-kebutan di jalan yang membahayakan pengguna jalan lain, mereka juga melakukan tindakan kriminal seperti pencurian, pencabulan hingga penyalahgunan narkoba.

Data Satpol PP Berau menunjukkan, angka kenakalan remaja setiap tahun cenderung meningkat, meski kasus kenakalan remaja yang ditangani oleh Satpol PP bukan termasuk tindakan kriminal, namun kenakalan anak-anak dan remaja ini juga tidak bisa dianggap remeh.

“Seperti mengonsumsi alkohol, mabuk lem, menyalahgunakan obat batu dan sebagainya. Itu memang bukan tindakan kriminal, tapi tetap membahayakan,” kata Kepala Satpol PP Berau, Ismail. (*)

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help