TribunKaltim/

Barang Bukti Pengungkapan Sabu Terbesar di Kukar Diblender

Tertangkapnya bandar narkoba ini berawal dari hasil pengembangan 2 tersangka sebelumnya, yakni DS (17) dan DJ (17), warga Loa Kulu.

Barang Bukti Pengungkapan Sabu Terbesar di Kukar Diblender
Tribun Kaltim/Rahmad Taufik
Wakapolres Kukar Kompol Andre Anas didampingi Kepala Kejaksaan Negeri Tenggarong melakukan pemusnahan narkoba jenis sabu seberat 735 gram dengan cara diblender di Ruang Tri Brata Polres Kukar, Kamis (1/10/2017) 

TRIBUNKALTIM. CO, TENGGARONG--Sebanyak 735 gram sabu dimusnahkan dengan cara diblender di Ruang Tri Brata Polres Kukar, Kamis (5/10/2017).

Acara pemusnahan barang bukti ini dipimpin langsung Wakapolres Kompol Andre Anas didampingi Kasatreskoba Iptu Romy dan Kepala Kejaksaan Negeri Tenggarong, Kasmin.

Wakapolres juga menghadirkan tersangka Rs, bandar narkoba asal Samarinda.

"Saya berharap pemusnahan barang bukti narkoba ini yang terakhir sehingga ke depan peredaran narkoba tidak ada lagi di wilayah Kukar," kata Andre.

Barang bukti 735 sabu ini merupakan pengungkapan narkoba terbesar sejak 2016-2017. Sekedar diketahui, 735 gram sabu ini disita oleh Tim Satgas Narkoba Polres Kukar pada 6 September 2017 lalu.

Aparat mengamankan sabu yang dikemas dalam 14 bal di kediaman Rs, Jalan Gunung Lingai Samarinda.

Tertangkapnya bandar narkoba ini berawal dari hasil pengembangan 2 tersangka sebelumnya, yakni DS (17) dan DJ (17), warga Loa Kulu.

Kedua pemuda ini ditangkap saat sedang malakukan transaksi narkoba di sekitar Jalan Putri Karang Melenu (PKM) Tenggarong Seberang, pada 5 September 2017 pukul 21.30.

Dari pengakuan DS, ia mendapatkan barang haram itu dari Rs di Pasar Segiri Samarinda. Polisi mengamankan kedua tersangka dan barang bukti satu poket sabut berat 0,8 gram.

Dari hasil pengembangan, petugas berhasil membekuk Rs di kediamannya dan mendapatkan barang bukti 735 gram sabu siap edar.

Sabu diedarkan di Samarinda dan daerah lain. Pelaku dijerat UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan pasal 114 ayat (2) dan 112 ayat (2) dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

“Modus mereka tidak ketemu langsung dengan penjual sabu. Barang ditaruh di jalan, lalu ditelpon suruh ambil,” ucapnya. (*)

Penulis: Rahmad Taufik
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help