Demi Biaya Kuliah Mahasiswa WNI

Diplomasi Makan Gulai Kepala Ikan Bersama demi Biaya Kuliah Mahasiswa Indonesia

Hubungan antara KJRI Kinabalu dan pihak Universitas Malaysia Sabah mesra. Selasa lalu makan siang bersama di restoran di pusat belanja di Kinabalu

Diplomasi Makan Gulai Kepala Ikan Bersama demi Biaya Kuliah Mahasiswa Indonesia
(KJRI Kinabalu)
Konsul Jenderal RI Akhmad DH Irfan dan staf menjamu Rektor Universitas Malaysia Sabah (UMS), Profesor Dr Kamaluddin dan staf dengan kuliner dua bangsa?. 

TRIBUNKALTIM - Hubungan antara pejabat Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kinabalu dan pihak Universitas Malaysia Sabah mesra di siang hari itu di sebuah restoran di pusat belanja di Kinabalu, Selasa (3/10/2017).

Konsul Jenderal RI Akhmad DH Irfan dan staf menjamu Rektor Universitas Malaysia Sabah (UMS), Prof Dr Kamaluddin dan staf dengan "kuliner dua bangsa”.

Gulai kepala ikan menjadi pembuka pembicaraan informal antara kedua pihak khususnya pembicaraan tentang pendidikan anak-anak WNI di Sabah yang telah lulus SMA dan akan melanjutkan sekolahnya di universitas.

Konjen Irfan didampingi PF Sosbud Cahyono, Kepala SIKK Istiqlal, Atase Imigrasi Soleh, dan HOC Hadi Syarifuddin berturut-turut menyampaikan informasi kepada Rektor UMS tentang nasib anak WNI yang sulit melanjutkan sekolahnya selepas lulus SMA.

Kesulitan utama adalah karena keterbatasan biaya dimana para orang tua yang pada umumnya hanya bekerja sebagai peladang sawit.

Akan terasa sangat berat jika para orang tua ini harus mengirim anaknya ke sebuah universitas di Indonesia, dimana selain harus membayar uang kuliah juga perlu menyediakan biaya hidup.

Oleh sebab itu dimohon agar UMS dapat membantu anak-anak ini untuk berkuliah di UMS.

Menjawab permohonan ini, Prof Dr Kamaluddin mengatakan bahwa Universitasnya tidak keberatan jika ada anak WNI ingin kuliah tetapi akan diperlakukan sebagai mahasiswa asing dengan bayaran yang lebih mahal dari mahasiswa lokal.

Sambil menambah lauk cumi goreng tepung ke piringnya Kamaluddin menambahkan, sampai saat ini universitasnya belum memperlakukan mahasiswa WNI dengan bayaran khusus yang lebih murah, sama seperti mahasiswa lokal.
Juga belum memungkinkan untuk memberikan bea siswa penuh kepada mahasiswa WNI mengingat hal itu memerlukan kebijakan dari pimpinan Negeri Sabah.

“Ada ribuan mahasiswa asing dari berbagai negara di UMS yang sesuai dengan ketentuan semua diharuskan membayar uang kuliah yang lebih mahal dari mahasiswa setempat (lokal),”  

Halaman
12
Editor: Maturidi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved