TribunKaltim/

Viral di Medsos

Kisah Haru, Bikin Mewek, Ditinggalkan Orangtuanya di Halte Bus, Kini Ia Sudah Jadi Mahasiswa

Penyebabnya, dia memosting potongan surat kabar yang memberitakan dirinya ditemukan di halte bus saat berumur 10 hari.

Kisah Haru, Bikin Mewek, Ditinggalkan Orangtuanya di Halte Bus, Kini Ia Sudah Jadi Mahasiswa
Screenshot
TRIBUNKALTIM.CO - Upaya Mohamad Putera, yang kini duduk di bangku kuliah, mencari ibu dan bapa kandungnya, viral di media sosial Malaysia.
Penyebabnya, dia memosting potongan surat kabar yang memberitakan dirinya ditemukan di halte bus Kampung Megat, Jalan Maran, dekat Tasik Paya Bungor, Kuantan, Malaysia, saat berumur 10 hari.
Potongan surat kabar itu membuat foto seorang perawat menggendong dirinya dengan judul berita: Bayi Ditinggal di Perhentian Bas, edisi 23 September 1996.   
"Menetes air mata saya setelah tahu saya ditemukan di halte bus. Bagaimanapun, pasti ada sebab mengapa ibu bapa kandung saya berbuat begitu," kata Mohamad Putera Zainuddin (21) yang berkuliah di Akademi Farmasi di Seremban, Negeri Sembilan.

Mohamad Putera mengatakan dirinya dibawa ke Panti Asuhan Tengku Ampuan Fatimah, Kuantan, yang menjadi tempat tinggalnya sebelum diasuh keluarga angkatnya.

Sejak Juni 2017, dia tergerak hati untuk mencari ibu dan bapa kandungnya.

"Keluarga angkat mengambil saya sebagai anak angkat sejak saya berusia sembilan bulan. Ibu bapa angkat saya memang berterus-terang memberitahu saya adalah anak angkat sejak di taman kanak-kanak lagi

"Saya ikhlas menerima kenyataan itu," katanya yang juga anak tunggal dalam keluarga angkatnya itu.

 
Mohamad Putera bersama ibu angkatnya.

Meski kehidupannya bersama orangtua angkat sangat baik, Mohamad Putera yang dibesarkan di Muar, Johor, tetap ingin mengetahui keadaan orangtua kandungnya, apakah masih hidup.

"Saya kembali ke Panti Asuhan Tengku Ampuan Fatimah untuk membuka berkas-berkas saya untuk mendapatkan petunjuk tempat tinggal ibu bapa saya.

"Pegawai Panti Asuhan Tengku Ampuan Fatimah itu langsung menyerahkan berkas berkas saya sebelum saya minta,"katanya dilansir laporan Harian Metro.

Hati Mohamad Putera pedih setelah membaca potongan surat kabar yang disimpan di berkas dirinya.




"Saya menyangka akan berjumpa keluarga kandung dengan mudah, tapi meleset setelah melihat potongan koran tersebut.

"Tak sangka, saya ditemukan di halte bus oleh seorang bidan kampung atau perawat ketika berusia 10 hari," ujarnya.

Tidak pernah menyalahkan tindakan ibu dan bapa kandungnya itu, Mohamed Putera akan terus berusaha mencari mereka.

"Mereka (ibu bapa kandung) tinggalkan saya dapat keadaan baik, lengkap berselimut, sarung tangan serta sarung kaki bayi dan baju yang lucu.

"Pasti mereka menantikan kelahiran saya dan pasti ada sebab mereka lakukan begitu,"katanya.

Mohamad Putera berkata, jika tidak dapat mencari ibu bapa kandung sekurang-kurangnya dia ingin bertemu perawat yang menemukannya.

"Jika bukan karena perawat itu menemukan saya, tidak tahu apakah saya masih hidup atau tidak,"katanya.

Putera Zainuddin

Sumber- Harian Metro
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help