TribunKaltim/

Darurat Narkoba

Dinkes Pastikan tak Temukan PCC

Jadi tidak menutup kemungkinan, PCC ini juga akan beredar di Kabupaten Berau. Karena itu, kami minta masyarakat untuk tidak segan-segan melapor,

Dinkes Pastikan tak Temukan PCC
TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN
PEMUSNAHAN - Jajaran kepolisian dan Kejaksaan Negeri Tanjung Redeb memusnahkan ribuan butir obat keras yang disalahgunakan. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Dinas Kesehatan Kbaupaten Berau memastikan, tidak ada obat jenis Paracetamol yang dikombinasikan dengan Caffeine dan Carisoprodol atau biasa disebut PCC beredar di Kabupaten Berau.

Pasalnya, obat keras ini sudah ditarik peredarannya sejak tahun 2013 lalu, sejak itu, tidak ada apotek yang menjual obat yang harus disertai dengan resep dokter ini. Obat PCC ini menjadi perbincangan masyarakat luas, karena memiliki efek seperti narkoba dan banyak disalahgunakan.

Kepala Seksi Kefarmasian, Dinas Kesehatan Kabupaten Berau, Lamlay Sarie menjelaskan, PCC merupakan gabungan tiga jenis obat keras. PCC menjadi obat penenang yang pernah disarankan kepada pasien yang baru menjalani operasi untuk mengurangi rasa nyeri. “Pemberian obat ini untuk pasien harus sesuai resep dokter, tapi sekarang sudah ditarik peredarannya,” tegasnya.

Dipaparkannya, PCC memberikan efek reaksasi pada otot namun berlangsung singkat, karena kandungan obat ini dimetabolisme menjadi meprobamate.

“Meprobamate ini termasuk dalam psikotropika,” ungkapnya. Obat ini ditarik dari peredaran lantaran dampak penyalahgunaannya lebih besar daripada efek terapi pengobatan.
Seksi Kefarmasian, kata Lamlay terus melakukan pengawasan terhada peredaran obat ini, terutama di apotek.

“Pantauan kami di semua apotek, obat jenis PCC ini sudah tidak ada. Kalaupun ada, berarti itu ilegal. Tapi kami dari Dinas Kesehatan akan terus melakukan pemantauan dan mensosialisasikan kepada masyarakat mengenai bahaya PCC,” ujarnya.

Untuk menghindari penyalahgunaan obat maupun peredaran obat ilegal jenis apapun, kata Lamlay, diperlukan peran aktif seluruh instansi pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat.

"Kami akan terus lakukan pengawasan, apalagi beredar di media social, anak-anak SD sudah bisa membeli PCC. Karena itu pengawasan harus lebih ketat,” tandasnya.

Sementara itu, Kasatreskoba, Polres Berau, AKP Tatok Tri Haryanto mengatakan, sejauh ini pihaknya belum menemukan peredaran kasus PCC. Meski begitu, kata Tatok, peredaran PCC ini harus tetap diwaspadai. Pasalnya, Kabupaten Berau merupakan salah satu jalur peredaran narkoba dari perbatasan Malaysia dan Filipina, sebelum masuk ke kota besar seperti Balikpapan dan Samarinda.

Ditambah lagi, kata Tatok, Kaltim merupakan salah satu wilayah yang masuk dalam tiga besar peredaran narkoba.

“Jadi tidak menutup kemungkinan, PCC ini juga akan beredar di Kabupaten Berau. Karena itu, kami minta masyarakat untuk tidak segan-segan melapor, jika menemukan indikasi peredaran narkoba ataupun obat-obatan terlarang lainnya,” tandasnya. (*)

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help