TribunKaltim/

Muharram Buat MoU dengan ASN

Kalau tidak maksimal, harus siap diberi sanksi sampai penurunan eselon. Ada pejabat Eselon3a saya turunkan jadi 3b

Muharram Buat MoU dengan ASN
TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN
TINGKATKAN KERJA - Bupati Berau, Muharram membuat MoU dengan para ASN untuk meningkatkan kinerja masing-masing. Jika dinilai tidak ada peningkatan kinerja, Muharram memberikan sanksi tegas berupa pencopotan dan penurunan pangkat serta jabatan. 

> DPRD Dukung Pemberian Sanksi
> Perlu Evaluasi untuk Tingkatkan Kinerja

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Setelah melakukan mutasi 140 pejabat dari berbagai eselon pada hari Kamis (5/10) lalu, Bupati Berau, Muharram mengatakan, pihaknya akan terus melakukan evaluasi.

Hasil evaluasi ini akan menjadi pertimbangan untuk melakukan mutasi yang akan digelar pada bulan Desember 2017 nanti.

Karena itu, Muharram menegaskan, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), terutama yang menduduki jabatan tinggi, seperti sekretaris dan kepala dinas untuk bekerja secara maksimal. “Tidak boleh ada kepala dinas yang merasa nyaman dengan jabatannya, kemudian selalu mendelegasikan tuga kepada stafnya. Ada tugas-tugas yang wajib dilakukan sendiri, karena pejabat eselon II itu bukan sembarangan,” tegasnya.

Pemkab Berau dalam waktu dekat juga akan melakukan lelang jabatan untuk pejabat eselon II, guna mengisi sejumlah jabatan yang kosong, seperti di Dinas Pekerjan Umum dan Tata Ruang (DPUTR).

Untuk memacu kinerja para pejabat daerah ini, Muharram membuat Memorandum of Understanding (MoU) dengan ASN. Mereka diwajibkan memenuhi delapan indikator kinerja.

“Kalau tidak maksimal, harus siap diberi sanksi sampai penurunan eselon. Ada pejabat Eselon3a saya turunkan jadi 3b,” kata Muharram.

Dirinya menegaskan, evaluasi akan terus dilakukan demi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Setelah melakukan evaluasi, pihaknya akan menentukan posisi jabatan yang dinilai tepat sesuai kinerjanya.

“Bisa jadi nanti mutasi dilakukan setiap tiga bulan atau enam bulan sekali. Bulan Desember nanti, kita lakukan mutasi lagi, karena ada yang pensiun tahun 2017 dan 2018,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Berau, Syarifatul Syadiah mendukung upaya Pemkab Berau, mendorong setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) meningkatkan kinerjanya melalui evaluasi dan mutasi.

“Reward dan punishment yang diberikan bisa menumbuhkan semangat baru dan bersinergi, sehingga meningkatkan semangat kerja. Sanksi yang diberikan itu mungkin sebagai pembelajaran, kerja harus profesional,” kata Sari.

Sari juga berharap, seluruh OPD di lingkungan Pemkab Berau dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. (*)

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help