TribunKaltim/

89 Desa Organik di Krayan Belum Punya Payung Hukum

Camat Krayan, Helmi Pudaaslikar mengungkapkan, ada 89 desa di wilayahnya yang telah masuk daftar desa organik.

89 Desa Organik di Krayan Belum Punya Payung Hukum
TRIBUN KALTIM/NIKO RURU
Petani menuai padi adan, padi organik yang dikembangkan di Kecamatan Krayan. 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN -  Camat Krayan, Helmi Pudaaslikar mengungkapkan, ada 89 desa di wilayahnya yang telah masuk daftar desa organik.  

Sayangnya, kata dia, keberadaan desa organik ini belum memiliki payung hukum.

Dengan kondisi seperti ini, ada potensi untuk merusak kebijakan desa organik dengan kimiawi.

"Kami meminta pemerintah tanggap akan hal ini. Sediakan payung hukum, perbup atau lebih cantik perda. Supaya ada jaminan perlindungan dengan konsekuensi hukum," ujarnya, Senin (9/10/2017).

Kegiatan budidaya pertanian atau perkebunan yang ramah lingkungan seperti diterapkan warga 89 desa di Kecamatan Krayan ini merupakan upaya mendukung Program Nawa Cita, Presiden Joko Widodo.

Helmi mengatakan, salah satu agenda Program Nawacita yaitu mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor strategis ekonomi domestik, dengan sub agenda peningkatan kedaulatan pangan.

“Salah satu sasarannya adalah mengembangkan 1.000 desa pertanian organik di nusantara yang ditarget sampai 2019. Di mana Kecamatan Krayan menyumbang 89 desa untuk program tersebut,” ujarnya.  

Sertifikasi untuk desa organik Krayan kini sedang berproses.

Dia mengatakan, Kementerian Pertanian beserta Universitas Mulawarman saat ini melakukan penelitian mulai sistem pertanian organik, kontur tanah, bibit sampai pupuk yang hingga kini belum terkontaminasi kimia.

Halaman
123
Penulis: Niko Ruru
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help