TribunKaltim/

Polisi Terus Buru Pengetap BBM

Pasalnya, dalam beberapa bulan terakhir, antrean di SPBU tak juga berkurang, bahkan cenderung mengular setiap hari.

Polisi Terus Buru Pengetap BBM
TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN
PERGOKI - Polisi mengamankan sejumlah kendaraan yang terbukti melakukan modifikasi tanki bahan bakar untuk mengetab BBM. 

> Lakukan Pengawasan di SPBU
> Amankan Kendaraan Modifikasi Tangki

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Sejak bulan September lalu, Polres Berau terus melakukan pengawasan terhadap operasional Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Berau.

Pasalnya, dalam beberapa bulan terakhir, antrean di SPBU tak juga berkurang, bahkan cenderung mengular setiap hari.

Hampir seluruh SPBBU di Kabupaten Berau dikuasai oleh para pengetap. Kondisi ini membuat masyarakat kesulitan untuk mendapat Bahan Bakar Minyak (BBM). BBM yang mestinya terdistribusi secara merata, malah diborong oleh para pengetab dan dijual kembali kepada pengecer. Akibatnya, masyarakat harus mengeluarkan biaya yang lebih tinggi dari yang seharusnya.

“Kami maklum saja, kalau ada orang berjualan BBM eceran karena itu bagian dari usaha mereka. Tapi kalau sampai SPBU selalu penuh antreannya, kami juga tidak punya pilihan, selain membeli BBM yang lebih mahal di pengecer,” kata Sutrisno, warga yang kebetulan tengah mengantre di salah satu SPBU di Tanjung Redeb, Selasa (9/10).

Jajaran Polres Berau pun tak henti-hentinya melakukan pengawasan dan penindakan terhadap para pengetap BBM.

Sebelumnya, Polsek Tanjung Redeb, Gunung Tabur dan Teluk Bayur mengamankan sejumlah kendaraan yang terbukti melakukan pengisian BBM berulang-ulang dalam sehari. Polisi juga menemukan sejumlah kendaraan yang telah dimodifikasi tangki BBM sehingga bisa memuat lebih banyak.

Kali ini, giliran Polsek Sambaliung yang mengamankan belasan kendaraan milik para pengetap BBM di SPBU Sambaliung. Sedikitnya ada 19 kendaraan roda dua dan roda empat diamankan. Kapolsek Sambaliung Iptu Aprisakundi, mengatakan, pihaknya mendapatkan banyak aduan dari masyarakat yang resah karena kesulitan mendapat BBM di SPBU karena diduga dikuasai para pengetap.

Menanggapi laporan itu, Polsek Sambaliung menerjunkan sedikitnya 15 personel untuk mengamankan para pengetap. Polisi menemukan belasan kendaraan yang telah dimodifikasi bagian tanki BBM, ada pula kendaraan roda empat yang mengangkut BBM dalam jeriken.

"Kami berulang kali menyampaikan kepada masyarakat, SPBU adalah tempat penjualan terakhir konsumen PT Pertamina. Kalau ada yang menjual lagi tanpa ada izin, kami berikan tindakan tegas,” ujarnya.

Tak hanya merazia para pengetap, pihaknya juga mengamankan pengguna kendaraan yang tidak lengkap suratnya, modifikasi tidak standar dan pelanggaran-pelanggaran lainnya.

Belasan kendaraan yang diamankan oleh Polsek Sambaliung diserahkan ke Satlantas Polres Berau untuk diproses lebih lanjut. Pihaknya berjanji, akan terus melakukan penertiban terhadap para pengetap dengan melakukan razia secara acak, baik waktu dan tempatnya. (*)

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help