TribunKaltim/

Warga Angkat Sepeda Motor Lewati Pagar Sertinggi 1,5 Meter

Warga semakin panik dan berlarian saat mendengar suara mendesis yang diyakini berasal dari tabung elpiji, namun tak terdengar suara ledakan.

Warga Angkat Sepeda Motor Lewati Pagar Sertinggi 1,5 Meter
TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN
PADAMKAN API - Peristiwa kebakaran yang terjadi Jalan Tarap, RT 06 Tanjung Redeb. Warga yang berjibaku memadamkan api berhasil mencegah api merembet ke rumah warga lainnya. 

> Korban Mengalami Kerugian Puluhan Juta
> Kebakaran Diduga Karena Arus Pendek Jaringan Listrik

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Selasa (10/10) warga Jalan Tarap, RT 06, Kecamatan Tanjung Redeb dikejutkan dengan peristiwa kebakaran yang terjadi di rumah salah seorang warganya, bernama Marzuki.
Warga pun turun tangan membantu pemilik rumah yang tampak panik saat melihat api membuat bangunan dari kayu itu menjadi bara api.

Puluhan warga berjibaku memadamkan api dengan ember, baskom bahkan tempat sampah untuk diisi dengan air, dan menyiramkankannya ke dinding bangunan. Tetrangga korban, dibantu warga lainnya berusaha menyelamatkan barang-barang berharga sebelum merembet ke bangunan lainnya.

Pantauan Tribun saat kejadian, warga bahkan sempat mengangkat tiga unit sepeda motor melalui pagar setinggi 1,5 meter. Warga semakin panik dan berlarian saat mendengar suara mendesis yang diyakini berasal dari tabung elpiji, namun tak terdengar suara ledakan.

Banyaknya warga sekitar lokasi yang membantu korban, berhasil memadamkan api sebelum merembet ke bangunan utama dan rumah tetangga setelah sekitar 30 menit menyiram api dengan air.
Namun sayang, rumah Marzuki sudah rata dengan tanah dan hanya menyisakan arang dan sisa bahan bangunan yang tidak lebur dibakar api.

Tidak diketahui secara pasti, apa penyebab kebakaran. Namun Marzuki menduga, kebakaran dipicu arus pendek pada jaringan listrik. “Memang sebelumnya terlihat lampu rumah yang berkedip-kedip, mungkin karena konslet,” ujarnya.

Saat kejadian, Marzuki sendiri sedang shalat di rumahnya. Tak lama, dirinya mendengar teriakan anak-anak yang mengatakan ada api. Meski bangunan ludes terbakar api, namun Marzuki tak perlu mengungsi. Pasalnya, bangunan yang terbakar merupakan kantor yang terpisah dari rumah induk.

Meski begitu, Marzuki mengaku mengalami kerugian hingga puluhan juta. Selain bangunan, beberapa barang elektronik dan barang berharga lainnya ikut terbakar di dalam bangunan tersebut. Apalagi saat kejadian, bangunan tersebut dalam keadaan terkunci.

"Kalau di bangunan itu ada laptop, kulkas, komputer dan lainnya yang nggak sempat dikeluarkan. Tapi saya terimakasih kepada warga, karena cepat membantu memadamkan api sebelum merembet kerumah pribadi ini," tandasnya.

Warga setempat sempat melontarkan kekesalan terhadap petugas pemadam kebakaran yang dinilai lambat merespon laporan warga. Petugas pemadam kebakaran memang baru sampai di lokasi setelah warga berhasil memadamkan api secara swadaya.

Meski begitu, ada juga warga yang memaklumi keterlambatan petugas pemadam kebakaran. Selain badan jalan yang sempit dan padat lalu lintas, petugas juga membutuhkan waktu lama untuk menjangkau lokasi, karena jalan utama, yakni Jalan Bujangga yang longsor sejak tahun 2015 lalu, masih dalam perbaikan. (*)

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help