TribunKaltim/

Akhirnya Sekprov Temui Atlet Kaltim, Begini Penjelasan soal Polemik Bonus PON

"Ayo bangun, bangun, atlet, ini pak Sekprov sudah datang," celetuk salah satu pelatih Taekwondo.

Akhirnya Sekprov Temui Atlet Kaltim, Begini Penjelasan soal Polemik Bonus PON
TRIBUN KALTIM / CORNEL DIMAS SATRIO KUSBIANANTO
Sekprov Kaltim, Rusmadi menjelaskan duduk persoalan bonus atlet PON di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Jl Gajah Mada, Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (12/10/2017). 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Cornel Dimas

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Usai menanti berjam-jam hingga tertidur, akhirnya Sekprov Kaltim, Rusmadi, menemui para atlet di gedung Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda, Rabu (11/10/2017) pukul 15.00 Wita.

Para atlet dan pelatih yang tengah bersantai lantas kelabakan dengan kedatangan Rusmadi.

"Ayo bangun, bangun, atlet, ini pak Sekprov sudah datang," celetuk salah satu pelatih Taekwondo.

Rusmadi tiba mengenakan kemeja putih. ditemani Asisten III Setda Prov Kaltim, Bere Ali dan Kadispora Kaltim, Fachruddin Djaprie.

Ia menegaskan pemprov Kaltim taka akan mengingkari komitmen soal bonus atlet.

Menurutnya Pemprov dalam mengambil kebijakan tidak pernah melanggar perundang-undangan. Pihaknya hanya tidak ingin mengambil kebijakan yang bertentangan dengan regulasi.

"Kebijakan belum terealisasi karena regulasi pemerintah pusat melalui Peraturan Menpora Nomor 1684 tahun 2015," kata Rusmadi.

Sebelumnya Gubernur Kaltim menjanjikan akan memberikan bonus senilai Rp 250 Juta untuk peraih medali emas.

Namun bonus itu belum terealisasikan lantaran berbenturan dengan regulasi pemerintah pusat.

Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga Nomor 1684 tahun 2015 tersebut mengatur tentang Persyaratan Pemberian Penghargaan Olahraga kepada Olahragawan, Pembina Olahraga, Tenaga Keolahragaan dan Organisasi Olahraga.

Dalam Permenpora itu disebutkan ada pembatasan terhadap bonus untuk para atlet. Untuk provinsi, jumlahnya tidak lebih dari bonus yang diberikan pemerintah pusat.

Bonus tertinggi pemerintah pusat untuk peraih medali emas Olimpiade perorangan yaitu Rp 5 miliar, Asian Games Rp 400 juta dan Sea Games Rp 200 juta.

"Kepala bidang komunikasi Kemenpora Gatot menyatakan terkait Permenpora bersifat menyarankan dan tidak ada sanksi kalau pemerintah daerah bisa memberikan lebih. Nah kalau ini benar, pemerintah daerah pasti akan menganggarkan sesuai dengan tuntutan. Jadi kami tidak ada masalah, pasti akan kami realisasikan," ungkap Rusmadi. (*)

Penulis: Budhi Hartono
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help