TribunKaltim/

Masyarakat Long Lake Masuk Program KAT, Kemensos akan Bangun 85 Rumah

Nama programnya Komunitas Adat Terpencil (KAT). Program itu langsung dari Kemensos RI. Desa Long Lake ini didiami suku Dayak Punan

Masyarakat Long Lake Masuk Program KAT, Kemensos akan Bangun 85 Rumah
TRIBUN KALTIM/DOMU D AMBARITA
Warga Kampung/Desa Apauping, Kecamatan Bahau Hulu, Kabupaten Malinau, Kaltara. 

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Beruntung bagi masyarakat Desa Long Lake, Kecamatan Malinau Selatan Hulu. Setelah desanya harus pindah karena masuk dalam konsesi pertambangan batu bara milik PT Kayan Putra Utama Coal (KPUC), masyarakat desa yang masuk daerah pedalaman ini tidak kebingungan untuk mencari tempat tinggal baru. Lahan dan permukiman disiapkan pemerintah.

Dahulu masyarakat Long Lake berada di Hulu Malinau. Tahun 1980-an, banyak warga Long Lake pindah ke daerah Kecamatan Malinau Selatan. Hal ini dilakukan, untuk memudahkan masyarakat mengakses fasilitas umum pemerintah saat itu. Seperti, fasilitas pendidikan dan kesehatan. Sekarang, lokasi itu harus diserahkan kepada perusahaan tambang untuk digali kekayaan alamnya.

Saat ini, sekitar 85 kepala keluarga bertahap kembali ke lokasi desa lama di hulu Malinau. Namun, mereka tidak lagi kebingungan dengan persoalan mengakses fasilitas pendidikan dan kesehatan. Pasalnya, Desa Long Lake saat ini mendapatkan program khusus dari Kementerian Sosial (Kemensos) untuk membangun rumah di lokasi desa lama.

"Nama programnya Komunitas Adat Terpencil (KAT). Program itu langsung dari Kemensos RI. Desa Long Lake ini didiami suku Dayak Punan. Sesuai dengan program ini, dan mengingat mereka berada di daerah pedalaman Malinau, maka masyarakat di desa ini akan mendapatkan program KAT ini. Ada 85 rumah akan dibangun di lokasi desa lama Long Lake," ujar Camat Malinau Selatan Hulu, Juari Lakai kepada Tribun, baru-baru ini.

Sejak pertengahan tahun 2017 lalu hingga kini, beber Juari, saat Desa Long Lake dipindahkan oleh KPUC, sedikitnya 20 kepala keluarga sudah lebih dahulu dipindahkan ke desa lama. Pemindahan belum bisa dilakukan secara serentak. Sebab, program KAT ini baru menyelesaikan 20 unit rumah. Selain 20 rumah itu, Juari menyebutkan, rumah masih akan dibangun pada tahap selanjutnya.

"Dulu, hanya sebagian masyarakat Long Lake yang pindah ke hilir. Jadi, masih ada juga yang bertahan di desa lama mereka. Sehingga, bukan hanya 20 rumah itu saja yang ada di desa lama ini. Sudah ada pula rumah-rumah milik warga lainnya. Artinya, desa sudah cukup ramai. Belum lagi nanti kalau semua sudah pindah, maka akan semakin ramai lagi," tuturnya.

Artinya, uang penggantian rumah yang diberi oleh KPUC kepada warga Long Lake tidak digunakan untuk membangun rumah lagi. Kan pemerintah sudah bangunkan. Uang itu bisa digunakan masyarakat untuk membuat usaha, bertani atau berkebun, atau bisa juga digunakan untuk kepentingan keluarga lainnya," lanjutnya.

Sesuai pendataan Kemensos RI, lanjut Juari, Kemensos akan membangun 85 rumah. 20 rumah sudah terbangun dan sudah siap ditempati. 20 rumah itu, merupakan tahap pertama program KAT di kecamatan yang dipimpinnya. Tahap kedua, akan dilaksanakan 2018 mendatang.

"Nanti tahun 2018 itu semua rumah sudah lengkap terbangun sebanyak 85 rumah. Ini sesuai data dari Kemensos. Kemudian, untuk fasilitas air bersih sudah ada dari desa. Begitu pula dengan listrik, desa juga sudah siapkan generator. Jadi, nanti saat semua warga Long Lake pindah tidak kebingungan lagi melengkapi fasilitas dasarnya," jelasnya. (*)

Tags
Punan
Rajuk
Penulis: Purnomo Susanto
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help